UMRI Mewisuda 726 Lulusannya. Sebelum Ikut Prosesi Wajib Cuci Tangan dan Pakai Masker

Wisudawan di UMRI bersiap mencuci tangan sebelum masuk ruang wisuda.

Setelah lebih dari delapan bulan, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) akhirnya melakukan wisuda bagi lulusannya, Sabtu (5/12/2020). Karena digelar di masa pandemi Covid-19, prosesi wisuda menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Berbeda dengan wisuda sebelum-sebelumnya, kali ini acara ditaja selama sepekan hingga 14 Desember. Pasalnya, wisuda dibagi ke dalam sejumlah sesi untuk menghindari penumpukkan orang. Tiap sesi diikuti oleh 30 wisudawan/ti beserta 2 orang tua/wali.

Wisuda berjalan sepekan karena peserta mencapai 726 orang. Mereka berasal dari 14 program studi dan 7 fakultas yang ada di UMRI. Dari jumlah tersebut sebanyak 88 wisudawan/ti dinyatakan lulus dengan pujian (cum laude).

Seluruh tamu undangan akan menerapkan serangkaian protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, faceshield dan sarung tangan bagi wisudawan. Kemudian, mencuci tangan dengan sabun di tempat yang sudah disediakan dan melakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki ruang acara.

Seluruh ruangan juga akan disterilisasi sebelum dan sesudah sesi berlangsung. Panitia juga menempatkan sterilisasi ringan berupa hand-sanitizer dan tanda physical distancing di tempat-tempat yang dilalui oleh tamu undangan.

Sri Fitria Retnawaty, S.Si, MT selaku Wakil Rektor I UMRI dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa UMRI berkomitmen melepas mahasiswa menjadi alumni di tengah kondisi ini tanpa melupakan penerapan protokol kesehatan.

Sementara, Rektor UMRI Dr. H.Mubarak, M.Si menyampaikan bahwa jumlah wisudawan UMRI periode 2020 ini meningkat dari tahun sebelumnya. Rektor mengapresiasi para wisudawan yang lulus pada periode ini.

Sebuah kerja keras yang harus disyukuri karena dapat menyelesaikan studi di tengah kondisi pandemi. Ia berpesan kepada seluruh wisudawan bahwa wisuda bukan akhir dari segalanya. Setelah ini akan ada proses-proses kehidupan yang menanti. Ia juga menekankan agar alumni dapat mencari ilmu dan pengetahuan di mana saja tanpa henti. Juga dapat berkarya untuk memberi kebermanfaatan masyarakat luas.

Sementara itu, wisudawan peraih IPK tertinggi dalam prosesi kali ini diraih oleh Akrom Chasani dari program studi Fisika dengan IPK 3,94. Kemudian, Adi Anggreni Putri dari Program Studi Akuntansi dengan IPK 3.92. Informasi lebih lanjut tentang UMRI dapat dilihat di sini. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *