Jelaskan Cara Mengatasi Persaingan Antar Saudara Kandung

Tangkapan layar Webinar soal sibling rivalry yang digelar tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Riau.

Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bekerja sama dengan LPPM Universitas Muhammdiyah Riau (UMRI) Menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat di TK Pembina Negeri III Kota Pekanbaru.

Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan beberapa waktu lalu secara virtual menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Pengabdian itu dalam bentuk workshop webinar yang mengangkat tema Sibling Rivalry pada anak bersama orangtua.

Materi kegiatan disampaikan oleh Dr. Santoso, S.si, M.Si selaku anggota pengabdian kepada masyarakat. Santoso juga merupakan dosen Program Studi Psikologi Islam UMRI. Di samping itu, materi juga disampaikan oleh Ns. Pratiwi Gasril, S.Kep, M.Kep selaku Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat.

Seminar ini ditujukan agar orangtua dan guru tahu bagaimana cara mengatasi sibling rivalry pada anak mereka. Khususnya anak usia prasekolah. Sibling rivalry merupakan salah satu tahap yang mendukung perkembangan sosial dan emosional anak.

Kepala Sekolah TK Negeri Pembina III Kota Pekanbaru, Nartanis, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi orangtua dan guru. Ia berharap masih ada materi-materi lain untuk disampaikan pada orangtua dan guru.

Menurut dia, di masa pendemi ini, guru dan orangtua siswa perlu mendapatkan tambahan wawasan sehingga mereka mampu meningkatkan layanan untuk anak-anak TK.

Sementara itu, peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan ini dan berkomitmen memberikan kasih sayang yang sama dengan anak-anaknya yang mengalami sibling. Mereka juga akan mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di dalam keluarga maupun di sekolah.

Seorang peserta menjelaskan bahwa masih banyak orangtua yang kurang tahu bahwa anaknya mengalami sibling rivalry atau persaingan dengan saudara kandung. Alhasil, banyak orangtua memarahi anak-anaknya jika berkelahi. Orangtua cenderung membela anak yang lebih kecil tanpa memperhatikan penyebab perkelahian itu. (Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *