6.578 Mahasiswa Unri Jalani Kukerta di Kampung Sendiri

Rektor Unri Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA melepas 6.578 mahasiswa untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di kampung masing-masing dalam program Kukerta Balek Kampung, Kamis (16/7/2020). SUmber: Humas Unri

Program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di Universitas Riau (Unri) tahun 2020 punya tajuk yang unik. Dimana, mahasiswa dibuka kesempatan mengikuti program “Kukerta Balek Kampung”.

Program baru ini menjadi alternatif karena wabah pandemi Covid-19 membuat aktivitas Kukerta yang biasa tak berjalan. Sebanyak 6.578 mahasiswa akan menjalankan program Kukerta di kampungnya masing-masing.

“Kukerta Balek Kampung ini menjadi momen bagi mahasiswa untuk bergabung di masyarakat dan mengabdi di daerah mereka mereka tinggal. Selain sebagai upaya untuk menghindari mobilitas mahasiswa untuk berpergian ke daerah orang lain,” kata Rektor UNRI Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA.

Kamis (16/7/2020), Rektor melepas mahasiswa Kukerta Balek Kampung “Mahasiswa Bina Abdi Desa” Periode Juli-Agustus 2020 secara virtual via aplikasi Zoom Meeting.

Kukerta Balek Kampung diharapkan juga akan lebih maksimal dalam menggali potensi desa. Karena mahasiswa sudah tahu terkait potensi apa yang ada di daerahnya.

Untuk penempatan, lanjut Aras, sebagian besar memang berada di daerah Provinsi Riau, namun juga mahasiswa Unri ada juga yang berasal dari luar provinsi seperti Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, Jakarta, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, bahkan Nusa Tenggara Barat. Mereka akan tetap berada di kampung mereka sambil melakukan Kukerta.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Dr (H.C.) Drs Abdul Halim Iskandar MPd selaku pengarah dan melepas secara simbolik mahasiswa Kukerta sangat mendukung program ini.

“Saya sangat mendukung Kukerta Balek Kampung. Karena merupakan hal positif yang bisa kita ambil dari Pandemi Covid-19. Ini menjadi kesempatan baik bagi mahasiswa untuk membangun desa dan daerahnya masing-masing dalam rangka percepatan pembangunan desa,” tuturnya.

Acara melepas mahasiswa Kukerta Universitas Riau dalam program Balek Kampung yang juga dilakukan secara virtual, Kamis (16/7/2020). Sumber: Humas Unri

Dengan program ini, mahasiswa tidak perlu lagi melakukan proses adaptasi. Karena mereka sudah paham dengan kondisi masyarakatnya,” paparnya.

Lebih lanjut, Mendes PDTT mengharapkan mahasiswa Kukerta Unri turut membantu desa terutama dalam perencanaan pembangunan desa. Abdul Halim, menyebutkan kendala saat ini perencanaan pembangunan desa cenderung kepada keinginan, bukan sesuai kondisi dan potensi yang ada di masyarakat.

“Kami juga meminta bantuan kepada mahasiswa untuk ikut mengawal penggunaan dana desa yang diberikan oleh pemerintah. Dimana dana desa hanya boleh digunakan untuk hal yang bersentuhan langsung dengan ekonomi masyarakat dan dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia,” sebut Mendes PDTT.

Abdul Halim, mengharapkan agar mahasiswa Kukerta dapat memberikan pemahaman kepada aparatur desa bahwa pembangunan yang dianggap tidak berdasarkan kebutuhan dapat ditunda dulu dan perlu dipelajari lagi. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *