Suhu Tubuh 38 Derajad Celcius Tak Bisa ikut UTBK Unri

Tim Pelaksana Pusat Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Riau (Unri) jalur penerimaan mahasiswa baru Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tingg Negeri (SBMPTN) tahun 2020 melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Perguruan tinggi atau sekolah mitra.

Tim pelaksana ini sekaligus memberikan arahan kepada penanggung jawab dan wakil penanggung jawab lokasi ujian untuk persiapan pelaksanaan UTBK-SBMPTN pada 5 Juli 2020 nanti.

“Unri sebagai salah satu Pusat UTBK PTN yang ikut menyelenggarakan UTBK dan berada di bawah koordinasi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana yang berkaitan dengan protokol Covid-19,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik Unri Prof Dr M Nur Mustafa MPd, Rabu (1/7/2020).

M Nur menambahkan, pada pelaksanaan ujian UTBK-SBMPTN tahun ini peserta wajib mengikuti protokol Covid-19 yang ditetapkan dalam dokumen Protokol Pelaksanaan Tugas Panitia Pusat UTBK PTN dalam Kondisi Pandemi Covid-19.

“Pelaksanaan UTBK tahun 2020 ini akan dilaksanakan pada tanggal 5-14 Juli 2020 mendatang dengan peserta UTBK tahun ini sebanyak 15.892 orang. Unri sudah siap melaksanakan UTBK, dari aspek sarana maupun prasarana, dengan menyesuaikan protokol kesehatan,” terang M Nur.

Lebih lanjut, untuk pelaksanaan UTBK tahun ini sesuai dengan aturan yang berlaku. Berbagai sarana ujian seperti komputer dan ruangan mulai dipersiapkan sesuai standar yang telah ditentukan LTMPT. Selain itu, Unri juga melibatkan dan memulai koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid 19 di Riau terkait pelaksanaan UTBK.

Mengenai sarana dan prasarana pelaksanaan UTBK, Unri bekerjasama dengan mitra untuk melaksanakan UTBK. Antara lain, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Qasim Riau, Universitas Muhammadiyah Riau, STMIK Amik Riau, SMKN 2 Pekanbaru, SMKN 3 Pekanbaru, SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru, dan SMK Labor Binaan FKIP Unri.

“Terkait ruangan, pelaksanaan ujian dilakukan berdasarkan protokol kesehatan, sehingga terdapat penyesuaian pada pengaturan ruangan karena jarak antar peserta yang dibatasi. Pertama, ruang ujian kapasitasnya dikurangi setengahnya sehingga ruangan yang sebelumnya 20 peserta menjadi 10 orang per ruang ujian,” jelas M Nur.

Pada kesempatan itu, Guru Besar Bidang Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unri ini, menyampaikan panitia nanti juga akan dilengkapi dengan perlengkapan kesehatan sesuai standar Covid-19 dan panitia juga diminta selalu menjaga jarak dengan peserta UTBK.

Pada saat menyampaikan sambutannya, Rektor Unri Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA, menyampaikan pelaksanaan UTBK akan dilaksanakan sebanyak dua tahap, tahap pertama dimulai pada tanggal 5-14 Juli 2020 dan tahap kedua dimulai tanggal 20-29 Juli 2020 dengan frekuensi ujian sebanyak dua sesi.

“Seluruh pelaksanaannya tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Tentu agar UTBK pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri berjalan lancar. Maka tak heran jika jadwal sebelumnya hanya dibagi menjadi satu tahap saja, kini dibagi dua tahap,” ungkapnya.

Melaksanakan tes di tengah pandemi menjadi tantangan baru bagi kita semua. Menaati seluruh protokol kesehatan dan memastikan kebersihan tetap terjaga menjadi perhatian bagi panitia dan peserta secara keseluruhan.

Rektor menyampaikan, apabila suhu badan peserta UTBK melebihi 38 derajat celsius, maka peserta tidak bisa mengikuti UTBK. Untuk itu, Unri telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Riau untuk penyesuaian pelaksanaan protokol kesehatan sesuai kondisi di daerah masing-masing. (rls)

 

 

Sumber foto: Humas Unri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *