Milad Ke 12 Umri Ditandai dengan Peresmian Gedung dan Peluncuran 3 Program Baru

Gedung AR. Sutan Mansyur di kampus Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) resmi diresmikan, Jumat (5/6/2020). Peresmian ditandai dengan pemotongan pita di pintu masuk gedung empat lantai itu oleh Rektor Umri, Dr Mubarak M.Si.

Tasyakuran gedung baru digelar bertepatan dengan Milad ke 12 Umri. Dalam acara itu, hadir pula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Prof Nazir Karim dan Ketua Badan Pembina Harian Umri, Prof Isjoni.

Usai pita dipotong, rektor dan peserta tasyakuran lainnya menyempatkan melihat lobby utama gedung. Sejumlah undangan lalu diminta menuliskan pesannya untuk Umri di secarik kertas kemudian dijepitkan di partisi kawat yang memang disediakan untuk itu.

Tak lebih dari 15 menit, mereka lalu menuju aula Umri untuk merayakan Milad bersama civitas akademika lainnya. Namun, perayaan itu dibatasi jumlah pesertanya. Kursi antarorang pun diletakkan dalam jarak 1 meter sebagai bentuk physical distancing.

Tak hanya itu, tiap orang wajib mencuci tangan dan diukur suhu tubuhnya sebelum masuk gedung utama. Kemudian, setiap orang tanpa kecuali harus menggunakan masker.

Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Prof Lincolin Arsyad terhubung lewat video conference dan memberi kata sambutan dalam acara itu. Dia menilai perkembangan Umri di ulang tahun ke 12 ini cukup bagus.

“Bertambahnya gedung baru di Umri juga menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Kami berharap, Umri bisa menjadi kampus terkemuka yang pertama atau setidaknya yang kedua di Provinsi Riau.

Disebutkannya, tantangan perguruan tinggi ke depan makin besar. Baik akademik maupun non akademik. Untuk hambatan non akademik bisa terlihat dari akibat merebaknya Covid-19. Dimana, aktivitas belajar mengajar di kampus turut terimbas.

Di masa sekarang, kampus didorong untuk lebih giat berkreasi. Di antaranya dengan menggunakan teknologi informasi untuk aktivitas belajar mengajarnya. Beruntung ada teknologi video conference yang memungkinkan kuliah dilakukan secara online.

Ke depan, kampus juga didorong bisa beradaptasi dengan pola pembelajaran yang menerapkan teknologi informasi. “Tak tertutup kemungkinan di masa mendatang kuliah jarak jauh seperti sekarang akan lebih banyak dipakai,” kata Lincolin.

Lincolin menambahkan, Indonesia diramalkan baru aktif dengan normal baru pascapandemi Covid-19 pada tanggal 10 Juli 2020 mendatang. Namun dia berharap, di Riau efektifnya normal baru bisa lebih cepat karena tekanan Covid-19 di luar Jawa dianggapnya tak sebesar yang terjadi di Jawa.

Sementara itu, Rektor Umri, Dr Mubarak M.Si menekankan pentingnya Umri menjadi perguruan tinggi yang dewasa dan andal dalam aktivitasnya. Di usia ke 12 ini Umri juga ingin menjadi pemimpin dan bukan pengekor.

Untuk itu ada beberapa program yang diluncurkan bersamaan dengan perayaan milad tersebut. Yaitu Sistem Pelayanan Akademik Terpadu (Sipatu) yang memungkinkan sejumlah pelayanan akademik dilakukan secara online.

Selanjutnya Sistem Kuliah Online (Sikuli) untuk memudahkan mahasiswa tetap menjalani perkuliahan secara online. Sistem ini dianggapnya penting dibuat. Apalagi di masa Covid-19 yang memaksa orang mengurangi interaksi langsung.

Terakhir yaitu program Pengajian Jumat. Muhammadiyah, tambahnya adalah persyarikatan yang berbasis pada pengajian. Karena itu, bulan ini mulai diterapkan program Pengajian Jumat di kampus.

Launching ini adalah sebuah tancapan komitmen untuk terus bekerja dengan cara yang lebih baik. Sistem yang tengah diluncurkan memang masih sederhana. Tapi dengan peluncuran ini, maka Umri berkomitmen untuk terus memperbaikinya agar lebih sempurna.

“Mudah-mudahan Umri bisa membuat lompatan-lompatan quantum. Sehingga Umri bisa menjadi perguruan tinggi terkemuka,” kata Mubarak. Apalagi, kekuatan terbesar Umri adalah kekompakan dalam bekerja.

Sementara itu, Ketua BPH Umri, Prof Isjoni menyambut baik segala upaya yang telah dilakukan pimpinan Umri. Sehingga program yang telah dicanangkan oleh Umri tetap didukung untuk kemaslahatan persyarikatan.

Diharapkan juga Umri semakin mempunyai daya saing yang tinggi di era revolusi industri 4.0. “Dengan adanya Covid-19 ini kami mendorong perguruan tinggi mampu beradaptasi lewat menerapkan teknologi informasi dalam aktivitasnya,” tutur mantan Dekan FKIP Universitas Riau ini. (ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *