Gimana Caranya jadi Gen Z Berprestasi? Dalam Webinar Ini Mungin Ada Jawabannya

Bagaimana sih caranya menjadi Gen Z berprestasi? Apa saja yang perlu dimiliki oleh pemuda yang masuk Gen Z agar bisa meraup prestasi dalam hidupnya? Mungkin webinar ini bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

 

Webinar ini diselenggarakan oleh Riryn Novianty SSi MSi, Dosen Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (Unri), bekerjasama dengan Komunitas Kita Center dan mengangkat tema “Menjadi Gen Z Berprestasi”.

 

Bagi pelajar dan mahasiswa generasi Z yang ingin ikut, kegiatan forum diskusi untuk mengembangkan diri ini akan dilaksanakan pada Rabu 20 Mei 2020 pukul 14.00 melalui Google Meet. Bagi yang berminat mengikuti kegiatan, dapat mendaftarkan diri melalui instagram @kita_center atau @rirynnovianty.

Pelaksanaan webinar ini bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Peringatan ini ditandai dengan peristiwa berdirinya organisasi pemuda Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.

Kesadaran yang belum pernah muncul sebelumnya pada masa penjajahan ini, diawali dengan munculnya pemuda Indonesia yang menginginkan perubahan. Perjuangan sebelumnya, dilakukan secara sporadis, tidak serentak, dan tidak ada kekompakan. Indonesia melawan penjajahan dengan menggunakan kekerasan dan senjata.

Pada masa kini, generasi milenial Indonesia memiliki perkembangan yang cukup mencolok. Sejumlah pihak menilai adanya beragam bentuk karakter yang dimiliki oleh generasi milenial ini, di antaranya ada yang kurang bijak dalam penggunaan gadget, namun ada pula yang bangga dengan inovasi yang dihasilkan oleh kreativitas mereka.

Riryn, Selasa (19/5/2020) menyampaikan bahwa pemuda seringkali diidentikkan dengan kelompok anak muda yang belum berpengalaman, belum matang dalam berpikir dan belum stabil secara emosi. Karenanya, secara umum orang tidak terlalu memperhitungkan kelompok pemuda ini karena dianggap pola berpikirnya cenderung idealis tidak realistis dan sering mengambil keputusan dengan berdasarkan emosi perasaan belaka.

Idealisme merupakan suatu pemikiran tentang kemajuan dunia, merupakan hal penting yang membuat manusia tetap mempunyai semangat dan harapan untuk tetap berjuang demi dunia yang lebih baik. Dunia utopia memang seperti mimpi.

“Tapi saya percaya bahwa mimpi yang terukur dan dikombinasikan dengan pemikiran serta semangat positif dapat mengubah dunia. Pada saat kita berhenti bermimpi, kita berhenti berusaha, maka kita akan mati,” ungkapnya.

Ketua Panitia Kegiatan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Unri 2020 ini, juga menyampaikan disinilah peran pemuda, sebagai sosok yang muda, yang dinamis, yang penuh energi, yang optimis, diharapkan untuk dapat menjadi agen perubahan yang bergerak dan berusaha untuk sedekat mungkin dengan dunia utopia itu. Pemuda, diharapkan bisa membawa ide-ide segar, pemikiran-pemikiran kreatif dengan metode thinking out of the box yang inovatif.

Generasi sekarang generasi yang sangat mahir dalam teknologi. Dengan kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi ini memiliki banyak peluang untuk bisa berada jauh di depan dibanding generasi sebelumnya.

“Di era ini, segala sesuatu bergerak dengan cepat, dunia menjadi tanpa batas, informasi dapat diperoleh dimana saja dan dari siapa saja. Generasi masa kini harus berusaha dan mampu menjadi bijak terutama dalam penggunaan media sosial. Media sosial ini mirip dengan politik, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Kita bisa berguna dan bertambah pintar apabila menggunakan media sosial dengan benar,” terang Riryn.

Lebih lanjut, disampaikannya bahwa di era ini dengan segala kecanggihan teknologi, tingkat persaingan juga semakin ketat. Kualitas dan kinerja manusia juga dituntut menjadi semakin tinggi. Generasi masa kini harus mampu beradaptasi dengan cepat, belajar dan menjadi lebih baik dengan cepat serta melakukan navigasi yang lincah dan tepat untuk dapat memecahkan setiap masalah.

Ada lima karakteristik yang harus ada dalam diri seorang Change Agent. Pertama, visi yang jernih. memiliki target yang jelas sehingga program kerja dapat disusun dengan baik dan dengan tahapan yang berkesinambungan karena arah yang dituju jelas. Kedua, memiliki kegigihan untuk mencapai target.

Ketiga, bersikap kritis dan analitis. Keempat, sarat akan pengetahuan yang dapat memberikan contoh, bukan hanya dengan instruksi. Kelima, membangun hubungan yang kuat dengan orang-orang sekitarnya dengan membangun kepercayaan.

“Maka disinilah khususnya institusi pendidikan memegang peranan untuk menyiapkan masa transisi generasi muda di kemudian hari. Namun yang lebih penting adalah peran keluarga dalam menyiapkan generasi ini. Dengan berbasis kepada keluarga, diharapkan muncul generasi masa depan Indonesia yang memiliki kecerdasan yang komprehensif, yakni produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat, menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul,” terang Riryn.

Untuk menciptakan generasi yang memiliki kecerdasan komprehensif, maka diadakanlah Webinar secara online itu. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *