Tetap KKN di Masa Pandemi, Kegiatan Ini yang Bakal Dilakukan Mahasiswa Umri

Di tengah pandemi corona, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) melepas 1.068 mahasiswanya mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun, pihak kampus memastikan, protokol kesehatan tetap diikuti selama mahasiswa melakukan pengabdian.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, KKN yang dilakukan mahasiswa tahun ini tidak lagi fokus ke masyarakat desa. Tetapi, para mahasiswa bakal ikut dalam upaya pencegahan Covid-19.

Dijelaskan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Umri, M Ridha Fauzi saat acara pelepasan, Senin (18/5/2020), mahasiswa KKN itu dibagi menjadi dua pola. Pola pertama yaitu menjadikan mahasiswa sebagai Satgas Covid-19.

Jumlah pesertanya sebanyak 200 orang. Mulai tanggal 16 sampai 20 Mei, mereka akan mendistribusikan sembako untuk mahasiswa Umri yang terdampak Covid-19. Di samping itu, bantuan juga bakal disalurkan pada masyarakat umum di sekitar kampus.

Menurut Ridha, peserta dalam KKN pola ini merupakan mahasiswa asal Kota Pekanbaru. Orang tua mereka juga ada di Pekanbaru. Sehingga mereka tidak perlu menginap di tempat lain.

Selain 500 sembako berisi beras, minyak goreng, telur dan mi instan, mereka juga akan mendistribusikan 2.000 paket sabun pencuci tangan, dan 2.000 unit masker.

Sementara itu, pola KKN yang paling banyak diikuti adalah non Satgas Covid-19. Jumlah pesertanya 868 orang dengan masa KKN kurang lebih sebulan. Menurut Ridha, pola KKN ini mulai diberlakukan setelah lebaran mendatang.

Kegiatan mereka nanti adalah mensosialisasikan upaya pencegahan Covid-19 ke masyarakat di 12 kecamatan yang ada di kota Pekanbaru.

Sosialisasi yang diberikan memang tak langsung terjun ke masyarakat. Mahasiswa akan ditugaskan membuat konten kreatif yang bisa dipakai untuk mengedukasi masyarakat agar terhindar dari Covid-19. Bentuknya bisa berupa film, konten sosial media dan lain-lain.

Mereka juga akan menjalani KKN dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Jadi meski dibagi dalam beberapa kelompok, mereka tetap diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama berkegiatan.

Pagi tadi, mahasiswa KKN ini dilepas secara resmi oleh Wakil Rektor III Umri, dr Taswin Yacob Sp.S. Dalam sambutannya, Taswin menjelaskan bahwa KKN tetap digelar meski di masa pandemi karena sifatnya wajib.

KKN, tambahnya, menjadi salah satu penilaian dalam perjalanan kegiatan akademik di kampus. Bahkan, nilai KKN wajib ada jika mahasiswa ingin menyelesaikan tugas akhir kampus.

Di sisi lain, Umri komit memerangi Covid-19. Karenanya, salah satu pola KKN adalah membentuk tim Satgas Covid-19 Umri. Dia menekankan, protokol kesehatan tetap dijalankan tiap mahasiswa yang masuk dalam Satgas. Sehingga mereka terhindar dari virus berbahaya itu. (end)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *