Teleconference LLDIKTI X: Kampus Diminta Bantu Pemerintah Tangani Corona

Rektor UIR dan jajarannya tengah melakukan Teleconference dengan LLDIKTI X terkait proses belajar mengajar di masa penanganan corona ini, Selasa (23/3/2020).

Proses belajar mengajar di seluruh perguruan tinggi diminta terus berlanjut meski dilakukan melalui sistem daring (jarak jauh/online). Perguruan tinggi juga diminta aktif mencegah Covid-19. Termasuk ikut membantu masyarakat mencegah virus corona bersama pemerintah.

Permintaan itu disampaikan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X Prof Dr H Herri, SE, MBA dalam teleconference yang berlangsung Senin (23/3/2020) siang bersama perguruan tinggi di Riau, Sumatera Barat, Jambi dan Kepulauan Riau.

Saat teleconference itu, Prof Herri didampingi Sekretaris LLDIKTI Yandri, SH, MH, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Ely Susanti, SE, MM dan Kepala Bagian Sumber Daya Perguruan Tinggi Febrina Fitri. Juga sejumlah Staf LLDIKTI lainnya.

Adapun perguruan tinggi yang bergabung dalam teleconferce, antara lain Universitas Islam Riau (UIR), Akademi Akuntansi Indonesia, Akbid Helvetia Pekanbaru, Amik Kosgoro, Unu Sumbar, Institut Kesehatan Prima Nusantara dan STIKIP Aisyah.

Kemudian UPI YPTK, Universitas Pasir Pengarayan, STIE Pasaman, Politeknik Caltex Riau, STIE H Agus Salim Pasang, Universitas Eka Sakti, Sekolah Tinggi Teknologi Dumai, STIKES Perintis Padang, Institut Teknologi Batam, STKip Bangko, Universitas Muhammadiyah Jambi.

Rektor UIR Prof Dr H Syafrinaldi, SH, MCL dari ruang rapat lantai empat Gedung Rektorat menyampaikan beberapa hal terkait layanan pendidikan oleh LLDIKTI.

Rektor didampingi Wakil Rektor I Dr H Syafhendry, Wakil Rektor II Dr Ir H Asrol, Wakil Rektor III Ir H Rosyadi, Kepala Biro Simfokom Hendra Gunawan, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Dr H Syafriadi.

Dalam teleconference, LLDIKTI menyampaikan sejumlah pesan kepada pimpinan perguruan tinggi. Terutama menyangkut Covid-19. Herri menegaskan, virus corona tidak membuat proses belajar mengajar di perguruan tinggi terhambat. Sesuai imbauan dan edaran pemerintah, kegiatan belajar hendaknya dilakukan dengan memanfaatkan tekhnologi informasi, yakni sistem online.

Pimpinan perguruan tinggi juga harus mengurangi kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak.

“Saya imbau, bagi perguruan tinggi yang mampu memproduksi hand sanitizer supaya dapat membagikan kepada civitas akademika masing-masing. Di luar itu harus aktif pula membantu Pemerintah mencegah covid-19,” kata Herri.

Bagi perguruan tinggi yang memiliki kemampuan tekhnologi diharapkan membantu aplikasinya kepada perguruan tinggi lain sehingga semua perguruan tinggi dapat mengikuti kegiatan belajar secara online.

“Tolong link pembelajarannya dikirim ke LLDIKTI Wilayah X untuk kami teruskan ke kementerian,” imbuh Herri.

Rektor UIR Syafrinaldi menyambut baik teleconference itu. Ia katakan, ini pertama kali UIR melakukan teleconference dengan LLDIKTI.

“Biasanya rapat-rapat kita lakukan secara langsung. Tapi disebabkan negeri kita sedang diserang virus corona, rapat bersama LLDIKTI digelar melalui teleconference,” ujar Rektor.

Banyak hal dalam rapat teleconference yang bisa disimak. Terutama terkait pelayanan akademik yang sekarang dilakukan LLDIKTI. Ada 36 jenis pelayanan diberikan untuk semua perguruan tinggi. Di luar itu, kita juga berkesempatan mendengar aspirasi pimpinan perguruan tinggi lain yang disampaikan kepada Prof Herri.

“UIR disamping menyampaikan problem akademik yang dihadapi juga melaporkan langkah-langkah yang telah kita ambil terkait kewaspadaan menghadapi corona. Misalnya, memproduksi hand sanitizer untuk civitas akademika,” ujar rektor. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *