Terapkan Kuliah Online, Umri Siapkan 4 Sistem untuk Mudahkan Urusan Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mengganti perkuliahan tatap muka menjadi secara online atau Daring mulai 17 Maret 2020. Kebijakan untuk mencegah penyebaran virus corona itu berlaku hingga 14 hari.

“Kita mengetahui bersama bahwa dunia mengalami masalah akibat virus yang membuat kita semua perlu bergandengan tangan. Virus itu sudah menjadi pandemi karena menyebar ke seluruh dunia,” ungkap Rektor Umri, DR Mubarak MSi dalam konferensi pers, Senin (16/3/2020).

Merujuk imbauan Presiden RI, Joko Widodo, masyarakat diminta menghindari aktivitas di luar rumah. Kemudian Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) juga mengarahkan agar aktivitas perkuliahan di kampus dilakukan secara online.

Melihat itu, Persyarikatan Muhammadiyah mengeluarkan maklumat agar seluruh warga Muhammadiyah peduli dengan masalah global ini. Umri sebagai salah satu institusi Perguruan Tinggi dibawah Muhammadiyah juga merasa perlu menindaklanjuti maklumat tersebut.

Untuk itu disiapkan sejumlah kebijakan. Dimana, jika selama ini 90 persen pelayanan akademik dengan tatap muka, maka mulai 17 Maret Umri menggantinya lewat pembelajaran online. Tiap dosen dan mahasiswa belajar tetap sesuai jadwalnya tanpa tatap muka. Caranya bisa dengan menggunakan Google Classroom atau media sosial lainnya yang dianggap mempermudah komunikasi dosen dan mahasiswa.

“Dalam 14 hari itu, Umri me-lockdown layanan kampus kecuali petugas yang memang tugas piket. Namun, tak ada satupun pelayanan yang berhenti. Karena akan dilakukan secara online. Kemudian dalam 14 hari ini, akan dievaluasi kondisi semua warga kampus. Semua warga kampus harus dipastikan sehat,” tuturnya.

Pemantauan kondisi kesehatan warga kampus itu bakal dilakukan rutin. Sehingga jika ada yang kesehatannya terganggu dapat diketahui sejak dini. Selama lockdown, Umri bakal melakukan mitigasi penyebaran corona . Yaitu dengan pengadaan thermal scanner.

Selanjutnya akan dilakukan sterilisasi ringan lewat penggunaan hand sanitizer bagi pengunjung dan penyemprotan disinfektan ke sarana-sarana kampus.

Selain meniadakan proses belajar tatap muka, wisuda yang semestinya dilakukan 4 April akan ditunda sampai waktu yang akan ditentukan. Tapi di tanggal 4 April itu, ijazah semua alumni sudah bisa diambil.

Bagi Umri, tambah Rektor, masalah ini adalah tantangan untuk semakin peduli pada lingkungan sekitar. Hal itu disikapi dengan diluncurkannya empat sistem baru guna menunjang kegiatan akademik maupun non akademik.

Layanan itu adalah Si Patu online. Yaitu sistem layanan akademik terpadu online. Sistem ini membantu kebutuhan administrasi mahasiswa. Sistem ini terintegrasi dengan seluruh akun mahasiswa.

Lalu, Si Jamu online yang merupakan sistem penjaminan mutu. Tujuannya memonitoring kegiatan perkuliahan secara online. Jadi meski dilakukan online, kualitas perkuliahan tetap terjaga. Ada pula Si Ratu Online atau sistem seminar terpadu. Lewat sistem ini, seminar penelitian mulai proposal hingga laporan hasil dapat dilakukan tanpa tatap muka.

Terakhir yaitu Si Lat online. Sistem ini memberikan layanan terpadu yang mendukung kegiatan non akademik segenap civitas Umri. Jadi dengan 4 sistem ini tak ada kegiatan pelayanan akademik yang terkendala. “Jangan sampai mahasiswa terlantar,” tuturnya.

Kemudian pada 15 Maret kemarin, FMIPA dan Kesehatan Umri membuat hand sanitizer untuk dimanfaatkan secara internal. Hand sanitizer ini diolah dosen Prodi Kimia, Rahmadini Syafri BSc, MSc menggunakan bahan ethanol 96 persen sesuai dengan standar WHO, hidrogen peroksida, gliserin, pelembut kulit dan minyal esensial.

Umri memproduksi sebanyak 5 varian. Di antaranya aroma lavender, lemon, stroberi, tea tree dan jasmine. Selain untuk internal juga akan dibagikan ke masyarakat sebagai bentuk kepedulian Umri. “Diharapkan ini dapat membantu kelangkaan hand sanitizer di tengah masyarakat akibat merebaknya corona,” ujar Rektor.

Selanjutnya mereka akan berkoordinasi dengan BPOM untuk memastikan apakah produk itu layak digunakan. Kalaupun ada biaya, nanti paling mengganti dana bahan baku saja.

Ditegaskan Rektor, karena bukan libur, maka mahasiswa dan dosen tidak boleh di luar kota Pekanbaru. Mereka harus ada di rumah dan kosnya. “Jadi kita imbau pada dosen dan karyawan tidak boleh meninggalkan kota Pekanbaru. Serta menghindari keramaian sebagaimana yang telah diimbau oleh pemerintah,” kata Rektor.

Nantinya akan digunakan system tracking. Jadi terpantau posisi dosen dan mahasiswa. Karena pihsk kampus sudah memiliki nomor ponsel seluruh warga kampus. Untuk ini, Umri telah menjajaki kerjasama dengan salah satu provider komunikasi besar di Riau. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *