Dua Dosen Unri Dikukuhkan Menjadi Guru Besar

Rektor Universitas Riau memimpin pengukuhan dua dosen menjadi guru besar, Kamis (12/3/2020). Pengukuhan ini sekaligus menambah jumlah guru besar di Unri menjadi 69 orang. (Sumber Foto: Humas Unri)

Dua dosen Universitas Riau (Unri) dikukuhkan menjadi guru besar, Kamis (12/3/2020). Guru Besar yang dikukuhkan adalah Prof Dr Henny Indrawati SP MM dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan judul pidato Penataan Kelembagaan untuk Mewujudkan Industri Kecil Berdaya Saing Tinggi.

Kemudian, Prof Dr Ir Netti Aryani MS dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan judul pidato Strategi Pengembangan Domestikasi Ikan Geso dalam Rangka Mempersiapkan Kandidat Ikan Budidaya.

Pada pengukuhan ini, Rektor Unri Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA dalam sambutannya, menyampaikan Unri memiliki program kegiatan untuk percepatan guru besar. Dimana diberikan skim penelitian serta klinik terkait permasalahan komponen yang dibutuhkan sehingga dapat diusulkan ke kementerian.

Terpaut dengan orasi ilmiah dari dua guru besar yang baru dilantik ini, Menurut Aras sangat sesuai dengan roadmap penelitian dan inovasi di Unri. Karena mengedepankan pengembangan komoditas unggulan lokal dan juga kegiatan inovasi yang langsung menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, Rektor menggambarkan penelitian dari Prof Dr Henny Indrawati SP MM terkait pengembangan industri kecil. Dimana industri kecil harus memiliki daya saing yang terus berlanjut. Apalagi, jika diperhatikan, industri kecil di Indonesia saat ini tingkat persaingannya lemah.

Industri kecil di Indonesia kebanyakan merupakan industri keluarga. Pemilik dan pekerja yang merangkap atau karyawannya dari keluarga dengan kemampuan pasar yang terbatas dan skala modal sangat kecil. Disamping itu, teknologi terbatas yang tercampur dengan aset usaha dan keluarga.

Oleh karena itu, penelitian ini memberikan jalan keluar untuk mengatasi permasalahan terutama penataan kelembagaan. Baik melalui dari kelompok usaha bersama, kelembagaan permodalan baik kredit secara formal dan informal, kelembagaan pemasaran baik memasarkan langsung maupun melalui pengecer sebelum sampai ke konsumen. Termasuk sekarang paling ampuh melalui media sosial dan juga bisa melalui mitra usaha yang terus harus dijaga.

Sedangkan terkait penelitian Prof Dr Ir Netti Aryani MS, dijelaskannya bahwa produksi ikan geso saat ini baru dari penangkapan alam yang belum dibudidayakan. Jumlah penangkapannya pun semakin berkurang. Baik akibat kondisi lingkungan maupun kelebihan tangkap.

Satu upaya yang perlu dikembangkan adalah bagaimana mengembangkan membudidayakan ikan tersebut. Karenanya munculah penelitian terkait ikan geso yang telah lama dan rutin mendapat hibah dari kementerian.

Serta dari penelitian ini telah berhasil melakukan domestifikasi tetapi masih terkendala dalam pembenihan baik secara buatan dan terkendala mencari induk yang susah didapatkan.

“Kita berharap, budidaya ikan ini menjadi komoditas unggulan terkhusus Riau. Nanti kalau berhasil mengembangkan pembibitan ikan geso ini secara komersial kita launching bersama-sama serta menjadikan icon Unri,” harapnya.

Sementara itu, pengukuhan yang digelar di Gedung Rektorat Ruang Serbaguna Siak Sri Indrapura Lantai IV Kampus Binawidya Unri ini, merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di tahun 2020. Sekaligus menambah jumlah guru besar di Unri yang aktif menjadi 69 orang. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *