Musrenbang Unri Fokus Kejar Implementasi Kampus Merdeka

Rektor Unri, Prof DR Aras Mulyadi DEA

Universitas Riau (Unri) sebagai Perguruan Tinggi besar yang ada di Provinsi Riau senantiasa melaksanakan agenda-agenda besar dalam bidang pendidikan tinggi, sesuai visi menjadi universitas riset, unggul, bermartabat di bidang sains dan teknologi di kawasan Asia Tenggara tahun 2035.

Sebagai pemangku utama di bidang pendidikan, Unri berfokus terhadap pengembangan peradaban nasional, melalui sektor Sumber Daya Manusia (SDM) yang kini telah memasuki era revolusi industri 4.0.

“Hal itu sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) Merdeka Belajar; Kampus Merdeka,” ujar Rektor Unri, Prof Ir Aras Mulyadi DEA saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Unri Penganggaran Tahun 2021 di Aula Convention Center Hotel Labersa, Kampar Riau, Rabu (4/3/2020).

Menurut dia, dalam menyokong kesejahteraan masyarakat, keberadaan riset amat penting untuk memajukan pendidikan tinggi. Tidak hanya dalam sistem pembelajaran, namun juga dalam lingkup riset, teknologi, inovasi, publikasi ilmiah internasional, dan jurnal ilmiah internasional.

“Berkaitan dengan itu, pada tahun ini Musrenbang Unri mengambil tema Perencanaan Efisien dan Efektif Universitas Riau dalam Implentasi Merdeka Belajar: Kampus Merdeka,” jelas Rektor.

Berdasarkan kinerja mutu dan potensi perguruan tinggi di Indonesia, melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melakukan pengelompokkan atau klasterisasi perguruan tinggi. Unri berada di klaster universitas utama, dengan posisi ke-24 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Selanjutnya, Aras, menjelaskan dalam kurun beberapa tahun ini, jumlah Program Studi yang memperoleh Akreditasi A bertambah cukup signifikan. Terdapat 34 Program Studi (Prodi) sudah naik akreditasinya menjadi A.

“Pada tahun 2021 mendatang, Unri menargetkatkan Program Studi yang berakreditasi A terdaftar di Assessment AUN-QA (ASEAN University Network-Quality Assurance) atau akreditasi internasional,” tuturnya.

Saat ini juga, persentase lulusan Unri yang Langsung Bekerja sebesar 82 persen, jumlah mahasiswa yang berwirausaha sebanyak 134 orang, publikasi internasional sebanyak 290 judul, publikasi nasional 232 judul, HKI yang didaftarkan sudah sebanyak 293, jumlah prototipe industri sebanyak 12 dan ada dua jumlah produk inovasi.

Berikutnya, terkait dengan aspek tata kelola berbasis Good University Governance dan Word Class University untuk mencapai Unri yang bermartabat. Pada tahun ini Unri memperoleh akreditasi institusi “A”.

Disamping itu, persentase dosen berkualifikasi S3 sebanyak 35 persen, dosen dengan jabatan lektor kepala sebanyak 36 persen dan dosen dengan jabatan guru besar sebanyak 6,7 persen.

“Oleh karena itu, kita berharap melalui segala potensi serta pelaksanaan program-program kerja yang kita laksanakan pada beberapa tahun ke depan, dapat membawa Unri untuk merealisasikan visi melalui misi Unri yang telah kita tetapkan. Semua itu tentunya perlu dukungan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal Unri dari berbagai unsur-unsur yang ada,” ujar Guru Besar Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Unri ini menjelaskan.

Ditambahkannya, untuk pengembangan ke depan ada beberapa poin yang harus dikejar sesuai dengan implementasi Merdeka Belajar; Kampus Merdeka. Di antaranya Permendikbud No. 3/2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Kemudian, Permendikbud No. 4/2020 tentang Perubahan PTN menjadi PTNBH, Permendikbud No. 5/2020 tentang Akreditasi Prodi dan AIPT, Permendikbud No. 83/2020 tentang Lembaga Akreditasi Internasional, Permendikbud No. 6/2020 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana serta Permendikbud No. 7/2020 tentang Pendirian, Perubahan dan Pembubaran PTN/PTS.

“Begitu pula dengan kebijakan Kemenristek/BRIN melalui aspek intergasi riset dan inovasi, isu sentralnya antara lain, pemanfaatan hasil riset sebagai penghela pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, penciptaan ekosistem inovasi (optimalisasi kerjasama triple helix), program riset inovasi dimana menghasilkan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan peningkatan nilai tambah dan hilirisasi,” tuturnya.

Selanjutnya, kebijakan prioritas Unri pada tahun 2021, diantaranya pengembangan manajemen berbasis IT, peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran, peningkatan kualitas SDM, penelitian, inovasi dan pengabdian masyarakat berbasis isu lokal dan nasional serta peningkatan pelayanan.

Kemudian pengembangan administrasi keuangan, peningkatan sarana prasarana, laboratorium, ruang kuliah, implementasi aksi project ADB, peningkatan kegiatan kemahasiswaan, peningkatan kerjasama dan sistem informasi, tutupnya. (rls)

 

Sumber foto: Humas Unri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *