Chevron Bantu Alat Pembuatan Gelas Kaca untuk Fakultas Teknik Unri

Universitas Riau menerima bantuan alat pembuat gelas kaca dari PT Chevron pacific Indonesia, Senin (3/2/2020).

PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) mengadakan serah terima hibah university relationship program dan kuliah umum dengan Universitas Riau (Unri) di Gedung Teknologi Pulp dan Kertas Fakultas Teknik Unri Kampus Bina Widya, Senin (3/2/2020).

Menurut Rektor Unri, Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA, program kemitraan yang disebut dengan University Relationship Program (URP) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan akreditasi akademik dosen dan mahasiswa perguruan tinggi.

Rektor, juga menyampaikan pada 24 Januari 2020 lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan kebijakan lanjutan dari Konsep Kebijakan Merdeka Belajar dengan tajuk kebijakan Kampus Merdeka.

“Kampus Merdeka kali ini terdapat empat kebijakan utama di Lingkup Pendidikan Tinggi. Pertama, memberikan otonomi bagi Perguruan Tinggi baik Negeri dan Swasta untuk melakukan pembukaan atau pendirian program studi (Prodi) baru,” kata dia.

Otonomi ini diberikan jika PTN dan PTS memiliki akreditasi A dan B dan telah melakukan kerjasama dengan organisasi dan universitas yang masuk dalam QS Top 100 World University.

Lebih lanjut Rektor Unri, menjelaskan, Kedua, program reakreditasi yang bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela bagi perguruan tinggi dan prodi yang sudah siap naik peringkat.

Ke depan, bagi akreditasi yang sudah ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tetap berlaku selama lima tahun. Namun akan diperbaharui secara otomatis.

“Pengajuan reakreditasi PT dan Prodi dibatasi paling cepat 2 tahun setelah mendapatkan akreditasi yang terakhir kali. Untuk perguruan tinggi yang berakreditasi B dan C bisa mengajukan peningkatan akreditasi apapun. Lalu, Akreditasi A pun akan diberikan kepada PT yang berhasil mendapakan akreditasi Internasional yang diakui,” urai Rektor.

Ketiga adalah kebebasan dalam melomggarkan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). Kemendikbud akan mempermudah persyaratan PTN BLU dan satker untuk menjadi PTN BH tanpa status akreditasi.

“Terakhir, Kemendikbud memberikan hak kepada mahasiswa mengambil mata kuliah di luar Prodi dan melakukan perubahan definisi satuan Kredit Semester (SKS). saat ini bobot SKS untuk kegiatan pembelajaran di luar kelas sangat kecil dan tidak mendorong mahasiswa untuk mencari pengalaman baru,” ujar Guru Besar Bidang Perikanan dan Kelautan Unri ini.

“Perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa ujtuk secara sukarela, jadi mahasiswa boleh mengambil ataupun tidak, SKS di luar kampusnya sebanyak dua semester atau setara dengan 40 SKS. Ditambah mahasiswa juga dapat mengambil sks di Prodi lain di dalam kampusnya sebanyak satu semester dari total semester yang harus ditempuh,” tuturnya.

Tambah Rektor, dari kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini merupakan salah satu target yang mendorong kebijakan Kemendikbud. “Keberadaan laboratorium di Perguruan Tinggi sangatlah penting, terlebih bagi fakultas teknik Unri, mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa maupun dosen,” kata Rektor.

Sementara itu, Hasyim M Nur Vice President External Affairs PT CPI, pada kesempatan itu, mengatakan bantuan ini merupakan salah satu perwujudan komitmen PT CPI dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di Riau, khususnya di bidang pendidikan.

“Kami berharap hal ini akan dapat meningkatkan akreditasi Prodi Teknik Kimia Unri,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, PT CPI juga menyerahkan alat bantu las pembuatan gelas kaca untuk melengkapi fasilitas laboratorium Fakultas Teknik Kimia. Selain itu, sebelumnya PT CPI telah memberikan bantuan khusus tingkat dasar bagi dua orang laboran terkait pembuatan gelas kaca.

Pada kesempatan itu juga telah mengirim dua dosen Teknik Kimia untuk mengikuti kegiatan di Tsukuba Jepang. PT CPI juga memberikan pendidikan dan pelatihan bagi mahasiswa S2 Teknik Kimia. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *