Soal Akreditasi, Prodi di Unri Diminta Tak Hanya Kejar Nilai

REAKREDITASI - LPPMP Unri telah mengundang 13 Pengelola Prodi calon penerima hibah reakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) beberapa hari lalu. (Foto Humas Unri)

Peningkatan akreditasi masih menjadi program prioritas kampus dalam rangka menjamin mutu dan kualitas. Bahkan dalam pilar pertama yang ditempatkan menuju universitas unggul dan berdaya saing yakni tentang akreditasi.

Universitas Riau (Unri) melalui Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) mulai mengambil langkah cepat dalam mempersiapkan agenda akreditasi. Kali ini target areditasi yang mulai dikebut yakni akreditasi Program Studi melalui program akreditasi unggul dan akreditasi internasional.

“Sebagai langkah awal mendukung visi Unri untuk penguatan akreditasi, LPPMP Unri melakukan sosialisasi kepada elemen fakultas, jurusan hingga pogram studi (Prodi) tentang program akreditasi unggul dan akreditasi internasional,” Hal ini disampaikan Ketua LPPMP Unri Prof Dr Zulkarnain MM, Jumat (24/1/2020).

Menurut Guru Besar Bidang Ekonomi ini, persiapan agenda akreditasi harus dipacu sebagai bentuk keseriusan dalam menjamin kualitas seluruh Prodi di Unri. Apalagi ditahun 2020 sistem penilaian akreditasi akan berbeda dengan tahun sebelumnya.

“LPPMP menyiapkan program bersifat strategis dalam mendukung memacu persiapan akreditasi, salah satunya kegiatan sosialisasi akreditasi Program Studi,” terangnya.

Pada Kamis 16 Januari 2020 lalu, LPPMP Unri telah mengundang 13 Pengelola Prodi calon penerima hibah reakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) di Aula Pertemuan LPPMP Unri Kampus Bina Widya.

Pertemuan tersebut bertujuan memberikan percerahan baik secara administrasi maupun secara teknis yg berkaitan dengan pemberian hibah tahun 2020, seperti melengkapi dokumen laporan dari Prodi yang telah dilakukan untuk menghindari kesulitan dalam pertanggungjawaban nanti.

“Untuk itu, perlu adanya keseriusan yang mendasar di dalam pengelolaan dana hibah tersebut,” katanya.

Karena bersifat penting, sudah seharusnya agenda akreditasi lebih teratur dan memiliki pola yang dipersiapkan jauh hari dan secara matang sehingga hasilnya lebih maksimal.

Dijelaskannya, akreditasi harus didekatkan dengan kualitas dan jati diri Prodi yang sesungguhnya jangan sampai di atas kertas terakreditasi A, namun kualitas dan daya saing yang dimiliki tidak sesuai dengan capaian akreditasi tersebut.

“Kualitas akreditasi terbaik harus kita wujudkan untuk seluruh Prodi. Jangan hanya mengejar nilai. Namun harus selaras dengan mutu Prodi yang harus ditingkatkan sejak saat ini. Ke depan Prodi Unri harus terakreditasi dengan kualitas yang semakin baik lagi,” tutupnya. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *