Fokus Tangani Kesehatan Akibat Masalah Lingkungan

Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), DR Mubarak MSi menekankan pentingnya pendirian Prodi Kedokteran yang fokus pada lingkungan. Pasalnya, di Riau, kerap terjadi masalah lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan penduduk.

Hal itu disampaikan Rektor di sela Lokakarya Draf Visi Misi dan Kurikulum Prodi Kedokteran Umri di Hotel Pangeran, Sabtu (28/12/2019) lalu. Lokakarya itu dihadiri sejumlah akademisi, praktisi kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Arifin Achmad dan perwakilan Direktur RSUD Bengkalis.

Mubarak menjelaskan, kedokteran lingkungan ini bakal bermanfaat pada masyarakat. Misalnya, bagaimana nantinya mengatasi infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) akibat Karhutla. Lalu, bagaimana menyelesaikan masalah kesehatan kulit karena banjir.

“Jadi di sini Umri ingin melahirkan dokter yang mampu mengatasi masalah kesehatan masyarakat yang diakibatkan masalah lingkungan tadi,” tuturnya.

Saat ini, proses penyusunan kurikulum sudah 80 persen. Kampusnya juga saat ini tengah dipersiapkan. “Tinggal interior saja,” ujar Rektor. Umri juga akan mendirikan kampus khusus Fakultas Kedokteran yang akan dibangun mulai tahun depan. Dia memastikan sudah ada beberapa orang yang akan menghibahkan lahannya untuk pendirian kampus.

Terkait perizinan Prodi Kedokteran, Umri tergantung pada regulasi. Dimana untuk prodi baru harus dapat rekomendasi dari LLDikti. Kemudian, Umri masih menunggu jadwal dibukanya izin pembentukan Prodi Kedokteran dari pemerintah.

“Target waktu penerimaan mahasiswa belum bisa ditetapkan. Pasalnya proposal belum dikirim karena menunggu jadwal dibukanya kesempatan membuka Prodi Kedokteran yang baru,” ujarnya.

Mubarak menambahkan, jumlah dokter di Indonesia berdasarkan rasio memang sudah terpenuhi. Namun, yang belum terpenuhi adalah penyebarannya. Karena banyak dokter spesialis banyak terkumpul di pusat kota. Padahal yang membutuhkan penanganan kesehatan paling banyak di daerah.

Untuk itu, Muhammadiyah yang ada hingga di tingkat ranting diharapkan turut membantu penyebaran dokter-dokter yang nantinya akan dihasilkan oleh Prodi Kedokteran Umri sampai ke daerah pelosok. (ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *