Siswa dan Guru SMK Masmur Ikut Aksi Donor Darah

SMK Multi Mekanik Masmur Pekanbaru bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Pekanabru menggelar aksi donor darah, Senin (16/12). Dalam aksi itu, berhasil terkumpul 30 kantong darah.

 

Menurut Kepala SMK Multi Mekanik Masmur, Yohandra Jamal, kegiatan ini akan dilakukan rutin di sekolah. Setidaknya sekali dan tiga bulan digelar di sekolah ini,” katanya.

 

Dia menekankan, bahwa jadi pedonor darah sangat banyak manfaatnya.

 

Karena pedonor otomatis berkontribusi pada kemanusiaan. Orang-orang yang membutuhkan darah bisa memanfaatkan hasil donor tersebut. “Artinya peserta aksi ini sudah mendapat pahala karena berbuat kebaikan,” ujar Yohandra.

Di samping itu, dalam ilmu kesehatan, mendonorkan darah juga dianggap bermanfaat positif bagi tubuh. Jadi, selain berkontribusi pada kemanusiaan, siswa maupun guru juga bisa lebih sehat tubuhnya.

Dijelaskan Yohandra, dalam aksi itu, berhasil terkumpul 30-an kantong darah. Namun, sebenarnya, yang mendaftarkan diri jauh lebih banyak. Hanya saja, setelah melalui pemeriksaan oleh tim medis, yang layak mendonorkan darahnya saat itu hanya 30 orang.

Ke depan, pihaknya bakal menggencarkan sosialisasi aksi. Bahkan, akan melibatkan seluruh lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Yayasan Masmur. Sehingga jumlah peserta semakin banyak.

Ketua PMI Kecamatan Sukajadi, Agus Triyatna mengaku gembira dengan aksi ini. Dia menilai, antusiasme siswa dan guru ikut jadi pedonor berkontribusi menambah stok darah di PMI. Dia juga melihat, aksi ini sejalan dengan arahan kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang mendorong SMA dan SMK menggelar aksi donor darah.

Agus mengakui, dalam aksi di sekolah pihaknya memang harus aktif memberi pemahaman terkait donor darah. Karena di sekolah kebanyakan adalah peserta pemula. “Jadi terkadang mereka ada yang takut,” tuturnya.

Dengan sosialisasi di awal kegiatan bahwa aksi ini merupakan ibadah, baik untuk kesehatan dan bentuk cinta pada sesama, calon pedonor bisa lebih paham. Sosialisasi itu juga gencar dilakukan oleh Palang Merah Remaja (PMR) yang ada di sekolah-sekolah.

 

“Tadi ada 70 orang yang mendaftarkan diri. Tapi, setelah pemeriksaan Hemoglobin, tensi serta berat badan, akhirnya yang bisa mendonor ada 30 orang,” katanya.

 

Untuk permulaan, jumlah ini dianggap Agus sudah sangat baik. Dia menyebut, aksi donor darah ini memang sangat dibutuhkan. Karena tingginya kebutuhan darah di Pekanbaru.

 

Sampai saat ini 5.000 kantong per bulan. Hal ini dipengaruhi juga oleh banyaknya rumah sakit di Pekanbaru. Karena itu, di setiap kelurahan digiatkan aksi donor darah.

 

Sementara itu, Dr. Misharti, S.Ag M.Si yang mewakili Yayasan Masmur Provinsi Riau berterimakasih pada siswa dan guru yang mau jadi pedonor. “Semoga diberi pahala dan ridho dari Allah,” ungkapnya.

Anggota DPD RI ini juga berharap kegiatan sosial seperti dapat terus dilakukan. Bahkan tidak hanya oleh SMK, tapi juga seluruh lembaga pendidikan yang ada di lingkungan Yayasan Masmur Provinsi Riau. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *