Guru Kimia dan Dosen Umri Dilatih Kelola Laboratorium

Sebanyak 80 guru kimia dan 20 dosen ikuti pelatihan good laboratory practices kerjasama program studi Kimia Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) dan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Kegiatan ini merupakan wujud dari university relationship program (URP) PT. CPI.

Pelatihan itu dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas tenaga laboratorium kimia. “Sekarang program studi kimia di Umri akreditasinya sudah B. Ke depan dengan perbaikan laboratorium, program studi kimia bisa diharapkan bisa meraih terakreditasi A,” ujar GM Corporate Affairs Aset PT. CPI, Sukamto, Selasa (26/11/2019).

Dia menjelaskan, URP ini merupakan implementasi kerjasama CPI dengan universitas di Riau. Dimana, salah satunya yang telah terjalin yaitu dengan Umri sejak tahun 2013 lalu.

URP ini penekanannya lebih kepada capacity building. Dimana salah satu bentuknya yaitu upaya peningkatan akreditasi universitas. Dimana yang sekarang akreditasinya C diharap meningkat ke B. Kemudian yang akreditasi B menjadi A.

URP ini juga salah satu bentuk kontribusi CPI dalam membangun dunia pendidikan di Riau lebih berkualitas dengan sasaran semua laboratorium kimia di Riau dapat dikelola dan ditata dengan baik.

Sementara Wakil Rektor I Umri Sri Fitria Retnawaty, S.Si. MT mengatakan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi guru kimia dalam pengelola laboratorium dan pelaksanaan mata pelajaran praktikum kimia.

Selain itu kegiatan ini bisa terbentuknya kerja sama dosen-dosen kimia Umri dan guru kimia sehingga memudahkan promosi Umri. Pelatihan itu, tambahanya berlangsung mulai 26 hingga 28 November.

Ada sejumlah pemateri yang dihadirkan. Seperti Maulana Hadi dari CPI dan Adrinto ST dari MK3. Ada juga Zayyinul Hayati Zein, Dr. Jufrizal Syahri, Noni Febriani dan Tim Fire PT.CPI.

Sedangkan materi yang diberikan antara lain menyangkut dengan pengantar SNI ISO17025: 2017, jaminan mutu pengujian, akurasi dan presisi pengujian, penilaian akreditasi sekolah, dasar-dasar keselamatan kerja di sekolah, sistem komunikasi bahaya bahan kimia, laboratorium safety design.

“Kami berharap selain mempererat silatuhrahmi dengan Chevron dan pihak sekolah juga pelatihan ini untuk menciptakan laboratorium yang berstandar nasional dengan selalu memperhatikan keselamatan kesehatan dan lingkungan,” kata Fitria.

Kepala Balitbang Provinsi Riau Arbaini yang turut hadir menilai kegiatan ini mampu menutupi kualitas kompetensi tenaga labor kimia yang telah dimiliki. Saat ini masih banyak sekolah yang belum memiliki tenaga labor.

Sebaliknya, ada sekolah memiliki labor kimia tapi tenaga labor belum ada. Karena itu ia berharap dengan pelatihan ini kualitas kompetensi tenaga labor kimia yang di sekolah meningkat. (ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *