Beri Ceramah di YLPI Riau, Dandim Kampar: Didik Anak Jangan dengan Kebohongan

Dandim 0313 Kampar Letkol.Inf. Aidil Amin.S.Ip.MI.pol jadi penceramah dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad. SAW Tahun 1441 H di Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau Kamis, (21/11/2019).

Dandim 0313 Kampar Letkol.Inf. Aidil Amin.S.Ip.MI.pol jadi penceramah dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad. SAW Tahun 1441 H di Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau Kamis, (21/11/2019). Kegiatan ini ditaja di SMP Islam YLPI Riau Jalan M. Yamin.

Hadir dalam Maulid Nabi Muhammad 1441 H, Ketua Umum YLPI Riau Dr.H Nurman.MSI, Ketua Pembina YLPI Riau H Mukni, Bendahara YLPI Riau H Arifin Boer, Ketua Bidang Dakwah YLPI Riau Rustam Effendi, Ketua Dewan Dakwah Kampus, Zulhelmi, Kepala Sekolah dibawah YLPI Riau, majelis guru dan siswa.

Dalam sambutannya, Ketua Umum YLPI Riau Dr.H Nurman.MSi mengatakan bahwa Maulid Nabi Muhammad Dandim diundang berceramah karena putra asli Kabupatan Kampar. “Kita harapkan selain bersilatuhrahmi antara kepala sekolah dengan yayasan,” tuturnya.

Dia juga berharap dengan kegiatan ini, seluruh warga sekolah terus menjaga kedisiplinan. Mulai dari tenaga pendidik, pegawai hingga peserta didik. Masalah kebersihan dan pelayanan, tidak hanya kepada siswa tapi juga masyarakat tak luput dari arahan Ketua YLPI Riau ini.

Sementara itu, Pembina YLPI Riau H. Mukni mendorong guru dan peserta didik bisa mencontoh teladan Nabi Muhammad SAW. “Sekarang ini banyak yang menyudutkan Islam. Oleh karena itu sebagai pemimpin, hal-hal seperti ini harus kita luruskan,” kata Mukni.

Sementara Dandim 0313 Kampar Letkol.Inf. Aidil Amin dalam tausiyahnya juga menekankan masalah keteladanan Nabi Muhammad SAW. Masalah kedisiplinan, menurut Aidil, sangat dekat dengan ketaatan dan ketaqwaan seseorang. Beda tipis, yang namanya kedisplinan dan ketaatan seseorang.

“Oleh karena itu, kedisiplinan sesorang, sejauh mana dirinya bisa menjalankan norma dan aturan yang berlaku,” kata Aidil.

Selain masalah kedisiplinan dekat dengan ketaqwaan, Aidil juga menyorot masalah pendidikan anak. Dimana, anak berumur 1 sampai 3 tahun, pendidikan anak lebih diarahkan pada komunikasi visual baik itu penglihatan dan pendengaran. Sedangkan, ketika anak berumur 3 dan 7 tahun, barulah diberikan pendidikan bagaimana sopan santun, tingkah laku sesuai dengan nilai nilai keislaman.

Mendidik anak, janganlah dengan kebohongan, tapi dengan nilai-nilai kejujuran yang sudah diajarkan oleh Baginda Rasul. Dari kecil, orangtua harus mengajarkan kepada anaknya berkata jujur.

“Jangan sampai kelak tumbuh besar, dia mengingat perkataan orangtuanya yang tidak jujur kepadanya. Dan ini banyak terjadi. Mendidik anak, tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu dirumah tapi juga menjadi tanggung jawab sang ayah,” katanya.

Menurut Dandim, meski orangtua sangat sibuk, jangan sampai kecintaan kepada anak terabaikan. “Karena kalau salah mendidik, ketika besar, sang anak jauh kepada Allah,” kata Aidil yang pernah mengenyam pendidikan pesantren di Bangkinang ini. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *