Hadapi Era Disrupsi, Mahasiswa Unri Diminta Tumbuhkan Jiwa Entrepreneurship

Mahasiswa tengah bertanya pada seorang narasumber dalam workshop kewirausahaan yang digelar Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (P2K2) Unri, Sabtu (2/11/2019). (Sumber: Humas Unri)

Mahasiswa Universitas Riau (Unri) didorong mau terjun ke dunia usaha. Untuk itu, jiwa entrepreneurship harus dibangun dalam diri mahasiswa. Berwirausaha dianggap penting dalam penghadapi era disrupsi saat ini.

“Kenapa penting kewirausahaan? Karena negara kita membutuhkan itu. Saat ini tercatat negara Jepang sebanyak 7 persen berwirausaha, Hongkong 7 persen, dan Singapura di atas 7 persen. Sementara Indonesia masih berada di angka 3 persen,” ujar Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Unri, Prof Dr H Zulkarnain SE MM.

Hal itu ia sampaikan saat membuka acara workshop kewirausahaan bagi mahasiswa dengan tema “Mewujudkan Wirausaha Muda Unri Berprestasi dan Menginspirasi”, di Hotel Alpha Pekanbaru, Sabtu (2/11/2019).

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (P2K2) Unri. Zulkarnain menjelaskan, ada tujuh skill yang harus dimiliki untuk menghadapi era disruption itu. Di antaranya adalah entrepreneurship.

“Kita bisa mencontoh negara lain yang bisa mengolah sesuatu menjadi yang bernilai lebih. Kuncinya adalah menambah dan memperkuat wawasan dan membangun jiwa entrepreneur,” katanya.

Karena itu, perlu kelincahan dalam menyerap sesuatu yang dapat menjadi pelajaran apa yang ada di sekeliling. Karenanya, Unri juga tengah memperkuat Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk menyiapkan lulusan yang berkompetensi dan berkeahlian.

“Unri, saat ini tengah kita dorong untuk world class university. Karenanya berbagai sektor sudah kita lakukan untuk persiapan. Di antaranya menyelenggarakan pembelajaran yang efektif. Sebuah konsep tidak bisa jalan sendiri, kalau tidak dilaksanakan dengan tekun dan fokus,” paparnya.

Unri sudah menyiapkan enam fakultas yang membuka kelas bahasa inggris. Ini adalah bagian dari langkah Unri untuk persiapan dikirim ke Jepang, Korea, Philipina. Semuanya itu adalah untuk menuju kelas internasional.

Pada kesempatan yang sama, Prof Dr Iwantono Mphill saat memberikan arahan kepada para peserta, menyampaikan agar dapat mengikuti kegiatan ini untuk meningkatkan keahlian dan wawasan yang diberikan selama kegiatan.

“Peserta diharapkan dapat menyimak bagaimana kiat-kiat dan cara-cara dalam membangun dan menjalankan bisnis yang tangguh,” tuturnya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan yang diselenggarakan P2K2 Unri. Beberapa waktu lalu P2K2 Unri melaksanakan kegiatan workshop kewirausahaan bagi empat angkatan sebanyak 200 mahasiswa di Ayola Hotel.

Kegiatan ini juga menghadirkan materi dan berbagai narasumber yang berkompeten. Di antaranya adalah Kiat meraih kewirausahaan oleh Ns Ari Pristiana Dewi MKep Reviewer Nasional dan Juri Pimnas Dikti dan Dosen Keperawatan.

Meraih omzet besar melalui kepuasan pelanggan oleh dosen manajemen FEB. Digital marketing oleh Erianto Simalango yang merupakan praktisi digital marketing dan bisnis. Kemudian, Akuntansi dasar oleh Arumega SE Ak dosen akuntansi FEB. Public speaking oleh Yusnita Octafilia SHum MM dosen Pelita Harapan Pekanbaru.

Pada kesempatan itu mengawali materi pertama dalam kegiatan ini, Ns Ari Pristiana Dewi Mkep, menyebutkan pembinaan kewirausahaan ini dilakukan secara berkelanjutan melalui mekanisme yang telah diatur oleh kementerian.

Di antaranya yaitu mahasiswa diberikan peluang menyampaikan proposal kewirausahaan dengan berkelompok untuk memperoleh soft skill terkait kewirausahaan.

Selanjutnya pada tahapan proposal lanjutannya, mahasiswa diarahkan melakukan mekanisme kaderisasi. “Langkah-langkah ini dilakukan untuk membentuk dan meningkatkan jiwa entrepreneurship di kalangan mahasiswa,” jelas Pristiana. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *