Unri Terapkan Tracer Study. Informasi Soal Dunia Kerja Profesional akan Tersedia

Para peserta Workshop Penelusuran Data Alumni dan Tracer Study Tahun 2019 yang digelar Universitas Riau, Jumat (18/10/2019). (Sumber: Humas Unri)

Universitas Riau (Unri) menggelar Workshop Penelusuran Data Alumni dan Tracer Study Tahun 2019, Jumat (18/10/2019). Tracer Study merupakan kajian mengenai lulusan perguruan tinggi yang mampu menyediakan informasi bermanfaat bagi kepentingan evaluasi hasil pendidikan tinggi.

Rektor Unri, Prof DR Aras Mulyadi DEA dalam sambutannya menyampaikan bahwa tracer study bermanfaat bagi penyediakan informasi penting mengenai hubungan antara Unri dan dunia kerja profesional.

Ia menilai relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi pemangku kepentingan (stakeholders), dan kelengkapan persyaratan bagi akreditasi Unri.

“Dengan adanya tracer study, perguruan tinggi bisa mengetahui penyerapan, proses, dan posisi lulusan dalam dunia kerja. Sehingga perguruan tinggi dapat menyiapkan lulusan sesuai kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja,” ungkapnya.

Rektor menyampaikan Sejak tahun 1962 hingga sekarang, Unri telah menghasilkan lulusan sebanyak 103.657 orang. Lulusan tersebut tersebar di seluruh Indonesia hingga mancanegara dan telah berkiprah di berbagai bidang pekerjaan. Baik bidang pemerintahan, swasta, industri, dan lain sebagainya.

Ini merupakan jumlah lulusan yang cukup besar yang perlu di telusuri untuk penyempurnaan data untuk kampus sendiri.

Tracer study, tambahnya, sudah lama dilaksanakan di Unri baik level prodi hingga universitas, agar bisa terintegrasi dengan kementerian.

“Seringkali tracer study dilakukan perguruan tinggi hanya karena kebutuhan akreditasi. Sehingga pelaksanaannya tidak dilakukan secara rutin. Padahal output kegiatan ini sangat penting,” terang Aras.

Metode ini merupakan salah satu yang digunakan untuk memperoleh umpan balik dari alumni.Umpan balik ini dibutuhkan perguruan tinggi dalam usahanya memperbaiki dan mengembangkan kualitas serta sistem pendidikan, diharapkan mampu mencari solusi kendala-kendala yang dihadapi dalam menerapkan metodologi yang tepat sehingga manfaatnya dapat dirasakan civitas akademika Unri.

“Berkenaan dengan program Verifikasi Ijazah Secara Online (SIVIL) dan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) yang dicanangkan oleh Kemenristekdikti. Sistem verifikasi ijazah online yang terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) sehingga keabsahan seorang lulusan akan diverifikasi konsistensinya dengan riwayat proses pendidikan di perguruan tinggi dan pemenuhan atas standar nasional pendidikan tinggi dan PIN juga untuk memudahkan pendataan dan analisis statistik lulusan perguruan tinggi di Indonesia,” kata Aras.

Dengan adanya program dari Kementerian ini, maka akan dapat membantu dan mempermudah Unri khususnya dalam penelusuran dan pendataan lulusan. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *