Sakit Karena Asap? UMRI dan Ortom Muhammadiyah Siap Bantu di Posko Ini

Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) bersama sejumlah Organisasi Otonom (Ortom) di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah membuka posko koordinasi dan pusat pelayanan kesehatan. Posko itu dibuka di Klinik Pratama Umri jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru guna melayani masyarakat yang terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Sebagaimana yang kita ketahui, beberapa wilayah di Indonesia mengalami gangguan udara akibat pembakaran lahan dan hutan. Kita tidak bicara siapa yang membakar. Tapi kita ingin sampaikan bahwa akibat perbuatan itu dampaknya sangat buruk bagi banyak pihak,” kata Rektor Umri, DR Mubarak M.Si, Jumat (20/9/2019).

Banyak masyarakat yang menderita ISPA dan penyakit akibat asap lainnya. Disamping itu, tak sedikit masyarakat yang mengalami kerugian secara materil.

Rektor tahu pemerintah dan komponen masyarakat sudah bekerja agar Karhutla segera berakhir. Tapi sampai saat ini Karhutla masih berlangsung dan dampaknya masih dirasakan oleh masyarakat luas.

Karena itu, Umri terdorong terlibat bahu membahu untuk mengatasi dan mengurangi dampak asap. Salah satunya yaitu membuka Klinik Pratama Umri sebagai posko koordinasi dan pusat pelayanan kesehatan Muhammadiyah. Ini jadi bagian dari Rumah Singgah Pasien yang dikelola Lazismu.

Untuk menggerakkan posko ini banyak pihak yang terlibat. Jadi bukan sekadar Umri saja. Selain Badan Eksekutif Mahasiswa Umri, Mapala, juga terlibat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah dan sebagainya.

Sementara, untuk melayani langsung pasien terdampak asap, sudah siap tenaga relawan yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Salah satu bagiannya yaitu mahasiswa D3 Keperawatan Umri yangterlibat dalam pelayanan.

Untuk melayani masyarakat, Umri menyediakan tiga ruangan yang representatif. Posko ini buka selama 24 jam. Kemudian fasilitas di posko tersebut antara lain tabung oksigen, masker, layanan cek kesehatan gratis, obat-obatan, box bayi dan konsumsi. “Semuanya disediakan tanpa pungutan biaya apapun,” kata Mubarak.

Kemudian, ada fasilitas tiga unit mobil ambulans untuk antar jemput masyarakat yang membutuhkan. Call center posko, masyarakat dapat menghubungi 085374185733 yang siaga 24 jam.

Lalu, ada juga disediakan dokter umum. Jika butuh tindakan medis yang lebih lanjut, maka Klinik Pratama Umri bisa berkoordinasi dengan posko-posko dan fasilitas kesehatan milik pemerintahan. “Nantinya, pihak klinik akan memfasilitasi pasien mengakses layanan kesehatan milik pemerintah itu,” paparnya.

Sejauh ini, Rektor menyebut sudah ada masyarakat yang telah mendapatkan pelayanan di Klinik Pratama itu. Kebanyakan memang terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Karena itu, agar masyarakat terdampak asap segera tertangani, Rektor berharap, fasilitas ini diketahui secara luas. “Jika terdampak asap, misalnya ISPA, demam dan gangguan kesehatan lainnya maka bisa memanfaatkan fasilitas ini,” terang Rektor.

Menurut dia, selama ini aksi kemanusiaan lebih banyak dengan membagikan masker di lapangan. Sementara masyarakat di rumah-rumah belum terperhatikan. Padahal belum tentu rumah mereka bisa bebas dari asap.

“Ini perlu diperhatikan. Karena semakin halus partikel debu yang masuk ke tubuh maka semakin tinggi risikonya bagi kesehatan,” kata dia.

Sementara itu, dr Ershad dari MDMC Jakarta mengaku mendampingi Muhammadiyah Riau dalam melayani masyarakat yang terdampak asap Karhutla. Menurut dia, hal yang dilakukan bukan lagi soal membagikan masker. Tapi hal yang utama adalah mengedukasi masyarakat untuk mengantisipasi penanggulangan masalah asap. (ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *