Sambut Ribuan Mahasiswa Baru, Rektor UMRI Ingatkan 3 Prinsip Ini

Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Taaruf (Masta) di Gelanggang Remaja, Senin (16/9/2019).

Rektor Umri, DR. Mubarak M.Si dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Menurutnya, tiap mahasiswa tentu punya alasan memilih Umri untuk mempersiapkan dirinya di masa depan.

Dia menyebut, Umri memang universitas yang relatif muda. Namun, sekarang termasuk menjadi perguruan tinggi terbaik di Riau. Hal ini dipegaruhi karena Umri mampu beradaptasi dengan kondisi kekinian.

Sebagai contoh, saat ujian masuk, Umri langsung menerapkan sistem yang cepat. Dimana hasil lulus atau tidaknya calon mahasiswa bisa langsung diketahui setelah mereka mengisi uji secara komputerisasi. Padahal, masih banyak kampus yang ujian masuknya harus membutuhkan waktu lama.

Padahal di era revolusi industri 4.0 salah satu ciri khasnya adalah kecepatan. Kaum milenial sangat mementingkan kecepatan dalam berbagai proses.

Rektor juga menyampaikan ada beberapa prinsip yang harus diingat di kampus. Yaitu integritas yang dapat dilihat dari karakter si mahasiswa. “Pelajar tidak boleh tak jujur. Kalau tidak jujur berarti bukan orang akademis,” paparnya.

Kemudian adalah harus bisa dipercaya, lalu selalu menempatkan kepentingan untuk sesuatu yang lebih besar. Bukan untuk diri sendiri.

Prinsip kedua adalah peduli. Sebuah perguruan tinggi yang baik dilihat dari ada tidaknya kontribusi bagi bangsanya. Contoh kecilnya adalah peduli pada kebersihan lingkungan sekitarnya.

Ketiga harus selalu menjadi yang terbaik. Apapun bidang ilmu, pelajari dengan sebaik mungkin
Sehingga memungkinkan si mahasiswa menjadi yang terbaik.

Setelah tiga prinsip itu dimiliki, maka yang harus dilakukan yaitu menumbuhkan sikap religius. Sehingga selain ilmu pengetahuan, ketaatan pada ajaran agama juga sangat penting.

Rektor juga menekankan kepada mahasiswa baru untuk cinta tanah air. Menurut dia, cinta tanah air saat ini terkesan berkurang. Padahal, negeri ini lahir dari jerit payah para pejuang yang dulu hanya memikirkan bagaimana negeri ini berdiri.

Karena itu, sebagai bentuk cinta tanah air, rektor berharap mahasiswa baru ini nantinya mampu menjadi lulusan terbaik. Dimana mereka mampu menjadi yang terbaik dengan mengedepankan semangat belajar.

“Saya berharap seluruh mahasiswa yang mengambil D3 cukup tiga tahun di dalam kampus ini. Sementara yang S1 cukup 4 tahun di kampus ini. Kalau ada yang berniat lebih dari 4 tahun, sebaiknya mundur,” ujar Rektor.

Agar bisa tepat waktu, mahasiswa harus rajin belajar. Kemudian, mereka juga akan diberikan panduan bagaimana caranya bisa menyelesaikan masa perkuliahan dengan tepat waktu.

Rektor juga menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa baru tahun ini meningkat. Tahun lalu jumlahnya 1.900 orang sekarang meningkat 2.130 orang. Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat bertambah. Hal ini dianggap Rektor sebagai suatu kebanggaan bagi Umri. Karena jumlah mahasiswa baru meningkat di tengah kondisi ekonomi yang menurun.

Sementara itu, Badan Pimpinan Harian Muhammadiyah Riau, Isjoni meminta mahasiswa mampu membuat perencaan kuliah dengan baik. “Percaya bahwa dosen ini adalah orang terbaik. Jangan malah sakit hati dengan dosen. Tetapi serap ilmunya,” kata dia.

Pelaksanaan PKKMB Masta memang terganggu dengan adanya kabut asap di Pekanbaru. Karena sebelumnya ada agenda long march ke kantor Gubernur Riau. Tapi akibat asap makin parah, akhirnya agenda itu dibatalkan demi menjamin kesehatan mahasiswa baru. (ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *