Kenapa Mendidik Siswa Juga Perlu Peran Keluarga?

Pembukaan bimbingan teknis penyelenggaraan pendidikan keluarga pada provinsi yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Riau.

Sebanyak 41 orang mengikuti bimbingan teknis penyelenggaraan pendidikan keluarga pada provinsi yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Riau di Hotel New Hollywood Pekanbaru, Rabu (28/8/2019) malam. Mereka berasal dari 5 daerah di Provinsi Riau.
Ketua pelaksana kegiatan, Jamilah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pemikiran akan pentingnya peran keluarga dalam mencerdaskan anak. Apalagi  saat ini Indonesia tengah ingin mencapai terciptanya generasi emas di tahun 2045.
Perkembangan anak, tambahnya, dipengaruhi pola pengasuhan yang diterapkan di keluarga. Di samping itu, faktor lingkungan dan lembaga pendidikan juga berperan pada perkembangan anak.
Untuk mendukung perkembangan anak yang baik itu, Direktorat Pendidikan Keluarga melalui Disdik memprogramkan kegiatan bimbingan teknis ini. Dengan tujuan untuk mensosialisasikan program serta kebijakan yang ada di bidang pendidikan keluarga.
“Hasil yang diharapkan, para peserta  mampu menerapkan pendidikan keluarga yang efektif, dan akuntabel,” ujarnya.
Ditambahkan Jamilah, peserta kegiatan ini berasal dari Indragiri Hulu, Pelalawan, Rokan Hilir dan Kepulauan Meranti. Mereka terdiri dari pengawas SMK/SMA dan SLB, kepala sekolah SMA/SMK, Tim BKK Provinsi Riau, BP PAUD dan lain-lain.
Narasumber dalam Bimtek yang ditaja mulai 28 hingga 31 Agustus itu berasal dari Direktorat Pendidkan Keluarga Kementerian Pendidikan danbKebudayaan serta tim yang sebelumnya telah terlatih.
Sementara itu, Kepala Disdik Riau yang diwakili Kabid Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Kaifi menyambut baik kegiatan ini. Dia berharap apa yang diinginkan lewat kegiatan ini bisa tercapai.
Menurut dia, Bimtek ini menunjukkan komitmen Disdik dalam memajukan pendidikan di Riau.
“Ini penting dalam menjalin dan mengaitkan sinergitas antara keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat. Juga untuk meningkatkan pemahaman pelaku pendidikan keluarga dalam satuan pendidikan,” kata dia.
Hal ini penting karena perkembangan anak dipengaruhi pendidikan di keluarga. Diakuinya, rintangan sangat berat. Banyak aspek yang harus dipenuhi dalam mengupayakan pendidikan yang baik bagi anak. Baik itu dari segi politik, sosial, ekonomi dan sebagainya.
Untuk itu, berbagai pihak perlu berkumpul dalan mengembangkan program sesuai tupoksi masing-masing.
Program ini juga mendorong adanya kerjasama antara satuan pendidikan dengan keluarga. Karena pendidikan yang pertama dan utama ada di keluarga dalam membina anak-anak. Sehingga mereka bisw cerdas, berprestasi serta berakhlak mulian.
Pembinaan yang dilakukan bisa agama, akhlak, spiritual, sosial dan lain-lain. Diharapkan, dengan kerjasama semua pihak, anak bangsa punya jasmani yang kuat, pikiran cerdas, spiritualnya bagus dan memiliki akhlak yang baik.
Sementara itu, Teguh Imanto, staf  yang juga fasilitator dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud menjelaskan, secara keseluruhan ingin ketertlibatan yang intens keluarga dalam pendidikan.
“Karena selama ini peran keluarga masih kurang intens. Dengan program ini diharapkan orang tua lebih giat berperan,” katanya.
Keluarga biasanya menyerahkan peran pendidikan ke sekolah. Bahkan saat mengantar anak ke sekolah, biasanya dilakukan pembantu atau supir. Karena itu, diharapkan kedepan orang tua langsung yang mengantar. Sehingga mereka bisa melihat proses langsung di sekolah.
Di sekolah, orang tua juga bisa terlibat. Karena pertemuan orang tua dengan anak tak melulu di rumah. Di sekolah, biasanya ada berbagai kegiatan seperti pentas akhir tahun kelas inspriasi dan sebagainya. Dimana orang tua langsung terlibat di dalamnya.
Makanya, dalam Bimtek ini dilibatkan pihak sekolah, komite dan pengawas sekolah. Sehingga semua terlibat dan mengetahui. Dengan harapan, ketika sekolah membuat program, semua tahu dan tak menganggap program yang digelar pihak sekolah nantinya mengada-ada. (ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *