Dosen Umri raih Hibah Pengabdian Masyarakat dari Kemenristekdikti

Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) memberikan pelatihan di Kelompok Usaha Liz Snack setelah menerima hibah dari Kemenristek dikti beberapa waktu lalu.

Dosen Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) meraih hibah dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dikti).
Hibah itu diwujudkan lewat pengabdian yang mereka lakukan di kelompok usaha Liz Snack. Dosen yang masuk tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) itu sudah melakukan pelatihan dan pendampingan mengikuti workshop.
Tanggal 7 Agustus lalu, mereka mendampingi kelompok usaha mengikuti workshop yang ditaja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Setelah mengikuti workshop, mereka berharap kemampuan kelompok usaha itu bertambah dalam menghasilkan produk yang berkualitas.

Ketua Tim Program PKM Umri, Nova Meirizha, MT, Kamis (8/8/2019), berharap, setelah mengikuti workshop BPOM, kelompok usaha lebih tahu tentang zat pengawet, pewarna dan bahan tambahan yang boleh atau tidak boleh digunakan karena mengandung bahan berbahaya.

Disamping itu, anggota kelompok usaha juga lebih mengetahui bagaimana cara-cara mengurus izin edar untuk produk yang mereka hasilnya.
Menurutnya, Liz Snack merupakan kelompok usaha yang berlokasi di Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru. 

Lewat hibah itu, pada tanggal 5 dan 6 Agustus lalu mereka sudah melakukan kegiatan evaluasi standarisasi produk dengan melihat langsung proses produksi yang dihasilkan kelompok usaha Liz Snack.
Selain Nova, kegiatan itu juga dilakukan bersama anggotanyanya. Masing-masing Febby Apri Wenando SPd, M.Eng, dan Satriadi S.T M.Eng.

Pada bulan Juli lalu, mereka juga melakukan pelatihan standarisasi produk di kelompok usaha tersebut. Di antaranya pelatihan tentang kualitas rasa, membuat kemasan yang menarik dan pelatihan pembuatan proposal yang baik dan benar.
Kemudian, ada juga pelatihan bagaimana merancang web dan sosial media untuk keperluan pemasaran produk Liz Snack.  Sebelum produk siap untuk dipasarkan Nova mengatakan, produk harus memiliki standarisasi yang lengkap termasuk desain kemasan.
“Bulan lalu (Juli) kita sudah adakan pelatihan, dan sekarang kita adakan monitoring dan alhamdulillah sudah mulai konsisten dengan produk yang dihasilkan. Sudah mulai membuat kemasan produk yang menarik,” kata dia.
Tim PKM mengajarkan melalui pelatihan tersebut cara mendesain kemasan produk yang dapat menarik pelanggan. Soal rasa, warna dan komposisi, kelompok ini juga sudah konsisten. Termasuk memiliki standar operasional prosedur.
Lebih lanjut Nova mengatakan saat ini sudah ada beberapa produk yang dihasilkan dari Liz Snack. Di antaranya rollpia crispy dan brownis ubi ungu yang menjadi karakter Liz Snack. Ada pula bolu kemojo mini dan peyek daun ubi yang baru dikembangkan.
Saat ini, produk-produk itu masih dikerjakan dengan manual. Melihat kondisi itu, tim PKM berencana membuat mesin penggulung untuk mempermudah dan mempercepat proses produksi.
“Saat ini produk yang kita hasilkan itu masih dibuat dengan manual. Nah kita bertekat untuk membuat mesin penggulungnya untuk mempermudah produksi. Insyallah bulan Oktober kita akan operasikan,” ugkap Nova. Setelah semua disiapkan, mereka akan mulai memasarkan ke gerai oleh-oleh yang ada di Pekanbaru. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *