Bicara di Depan Mahasiswa Baru Unri, Wagubri Tekankan Pentingnya Ciptakan Inovasi

Mahasiswa baru Universitas Riau. (sumber: Humas Unri)

Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan persyaratan bagi sebuah bangsa untuk memajukan perekonomian global.
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sendiri, berkomitmen terus mendorong agar SDM yang berkualitas yang memiliki daya saing dapat segera terwujud di daerah.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Riau, Edy Afrizal Natar Nasution SIP saat berbicara di hadapan mahasiswa baru Universitas Riau (Unri) tahun ajaran 2019/ 2020.
Menurut dia, Provinsi Riau telah menetapkan visi pemerintah tahun 2019-2024 yakni terwujudnya Riau yang berdaya saing, sejahtera, bermartabat, dan unggul di Indonesia.
Visi dimaksud dijabarkan dalam lima misi, yaitu berkaitan dengan pengembangan SDM menjadi perioritas pada misi pertama yakni mewujudkan sumber daya manusia beriman, berkualitas, dan berdaya saing.
Melalui pembangunan manusia sebagai penyabaran dari arah kebijakan pada misi pertama tersebut, Pemerintah Provinsi Riau pada tahun 2020 telah mengalokasikan anggaran beasiswa pada perguruan tinggi baik.
Beasiswa disalurkan untuk perguruan tinggi di dalam maupun  luar Provinsi Riau . Dari total 7.552 orang penerima beasiswa, sebanyak 3. 776 orang diperuntukan bagi mahasiswa yang menuntut ilmu di perguruan tinggi dalam Provinsi Riau dan 3.776 orang di peruntukan abagi mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di luar Riau.
“Lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya terus meningkat. Namun ironisnya menurut data Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia tercatat sekitar 8,8 persen dari total 7 juta orang pengangguran Indonesia adalah kelompok sarjana. Kondisi ini tentu memprihatinkan kita semua mengingat kedepan persaingan mendapatkan pekerjaan akan semakin ketat dengan datangnya revolusi industri 4.0,” tuturnya.
Selain bersaing dengan mesin berbasis teknologi canggih, 8,8 persen atau sekitar 630 ribu sarjana yang masih belum mendapatkan pekerjaan tersebut juga harus beradu kompetensi keahlian tertentu dengan pekerja asing yang datang keindonesia akibat dari terbukanya pasar bebas.
Perguruan tinggi sebagai pencetak SDM diharapkan dapat memberikan kontribusi besar terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan sumber penguatan perekonomian nasional.
Upaya pembukaan lapangan yang seluas-luasnya yang hingga kini terus diupayakan oleh pemerintah harus didukung dengan kompetensi lulusan kampus yang berdaya saing global, keahlian para sarjana harus sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Dimana, jika tidak maka para lulusan perguruan tinggi tersebut akan terseleksi dengan sendirinya.
Untuk itu, kata Edy, perguruan tinggi di tuntut agar mampu mengahasilkan technopreneur atau sarjana yang berjiwa kewirausahaan berbasis inovasi sehingga mampu menciptakan capaian peluang usaha yang membuka lapangan kerja yang luas.
Inovasi menjadi kata kunci, pengalaman berbagai negara maju menunjukkan bahwa inovasi yang berbasis pada produk penelitian dan pengembangan akan memberi dampak langsung pada peningkatan produktifitas berkelanjutan yang pada akhirnya dapat mempercepat penumbuhan perekonomian bangsa. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *