Lepas 962 Mahasiswa KKN, Rektor Umri: Pahami Masyarakat

Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) melepas 962 orang mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN), Minggu (21/7/2019). Pelepasan mahasiswa ini dilakukan langsung oleh Rektor Umri, DR Mubarak MSi di kampus utama.

Menurut Ketua Pelaksana KKN 2019, M Ahyaruddin SE MAk, sebanyak 962 mahasiswa sudah ini dinyatakan siap terjun membuat program kerja di masyarakat. Karena mereka sudah melakui proses pembekalan KKN Umri.

Dijelaskan dia, ada 6 lokasi yang akan dituju oleh peserta KKN. Lokasi dibagi jadi dua kelompok besar. Yaitu kelompok dalam kota Pekanbaru dan kelompok luar kota yang rata-rata mahasiswa regular A. Kelompok luar kota disebar di kabupaten Pelalawan, Kampar, Siak, Inhu dan Bengkalis.

Total mahasiswa yang KKN dalam kota Pekanbaru jumlahnya 490 orang. Sementara peserta KKN di luar kota 472 orang.

Ditambahkan Ahyaruddin, Beberapa tahapan yang dilakukan dalam proses persiapan banyak sekali. Tujuannya agar mahasiswa mampu membuat program yang berbeda dengan KKN di kampus lain. Diharap, keberadaan mahasiswa memberikan manfaat pada masyarakat.

Kemudian, ada juga sayembara desain seragam KKN PPM Umri 2019. Langkah ini merupakan penghargaan pada peserta. Sehingga seragam yang dipakai sesuai dengan harapan dari mahasiswa.

“Sayembara dilakukan sekitar 1 bulan. Pada akhirnya dipilih 3 pemenang. Kemudian satu di antaranya dipilih menjadi desain seragam KKN,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Umri, Ridha Fauzi menyampaikan bahwa proses pembekalan KKN sudah dilaksanakan. Kemudian, Senin (22/7), mahasiswa sudah mulai diberangkatkan ke lokasi KKN.

Dia berharap, mahasiswa KKN mampu melaksanakan kegiatan secara maksimal. Mahasiswa juga diminta memperhatikan pola penilaian selama KKN. Dimana, unsur penilaian tertinggi ada pada kegiatan utama yaitu 70 persen. Sementara, kegiatan pendukung 30 persen.

Rektor Umri menyampaikan pesan kepada mahasiswa peserta KKN, Minggu (21/7/2019).

“Dalam pelaksanakan KKN jangan sampai kegiatan pendukung yang lebih banyak. Karena bobot nilainya 30 persen. Kegiatan utamalah yang harus diperbanyak. Yaitu kegiatan yang sesuai dengan kedisiplinan ilmu,” kata dia.

Ridha juga menyampaikan, agar mahasiswa mampu masuk jadi nominator KKN Award Umri. Dimana di pertengahan program, panitia akan melakukan penilaian kelompok yang bakal diikutsertakan dalam KKN Award tersebut.

Menurut dia, yang dinilai untuk KKN Award nanti adalah dampak dari kegiatan yang telah dilakukan mahasiswa di tengah masyarakat. Semakin luas dampaknya, maka nilai yang diperoleh lebih besar pula.

“Inilah yang membedakan KKN Umri dengan perguruan tinggi lainnya. Karena KKN yang dilakukan perguruan tinggi lain hanya biasa saja. Sementara KKN di Umri mesti berdampak luas bagi masyarakat banyak,” kata dia.

Sementara itu, Rektor Umri, DR Mubarak MSi menjelaskan bahwa KKN merupakan kurikulum yang wajib dilaksanakan. Mata kuliah KKN ini berbeda dengan yang lainnya selama masa perkuliahan. Karena, di KKN, mahasiswa lebih banyak belajar dari masyarakat, alam dan lingkungan. Termasuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang di dapat di kampus.

Dijelaskannya, makna dari KKN adalah bagaimana mahasiswa belajar merencanakan sesuatu. Maka, waktu pembekalan, mahasiswa diajarkan membuat program. Kemudian bagaimana melaksanakan program serta mencatat apa yang sudah dilakukan.

“Hal yang penting adalah bagaimana mahasiswa mendapat manfaat dari program KKN ini,” kata dia.

Nantinya, mahasiswa akan berinteraksi dengan masyarakat. Jadi, harus mampu memahami masyarakat. Tapi sebelumnya, tiap mahasiswa harus mampu memahami karakter kelompok KKN-nya sendiri. Karena di kelompok itu terdiri dari manusia dengan berbagai macam karakter.

“Ada yang suka serius, ada yang hanya pelihat saja. Selama KKN diam saja, tidak mau ngomong dan sibuk dengan dirinya sendiri. Ada juga sikap yang hanya mengkritik saja. Semua ide dikritik, tapi tidak pernah menyampaikan ide. Ada pula yang hanya menceritakan orang lain. Oleh karena itu, harus dipakahi tipe anggota kelompok supaya langgeng,” kata Rektor. (adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *