Umri Kukuhkan 245 Wisudawan, Rektor Tekankan tentang Social Skill

Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, DR Mubarak MSi menyalami seorang wisudawan yang jadi pemuncak universitas dalam acara Wisuda XVI, Sabtu (29/6/2019).

Sebanyak 245 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) dikukuhkan sebagai sarjana dalam acara Wisuda XVI di kampus utama, Sabtu (29/6/2019). Sidang senat terbuka yang dipimpin Rektor Umri, DR Mubarak MSi itu juga dihadiri ratusan orang tua wisudawan dan kerabat lainnya.

Suasana haru sempat terjadi ketika sejumlah wisudawan diberi kesempatan memberi rangkaian bunga pada orang tua mereka masing-masing. Beberapa mahasiswa terlihat berurai air mata seraya memeluk ayah dan ibunya.

Penyerahan bunga itu memang rutin dilakukan setiap kali acara wisuda di Umri sebagai wujud terima kasih pada orang tua yang sudah berjuang menyekolahkan putra-putrinya.

Untuk diketahui dari 245 wisudawan tersebut, paling banyak berasal dari program studi akuntasi. Yaitu mencapai 68 orang. Diikuti dari Prodi Teknik Informatika (34 orang), prodi Kimia (26 orang), Prodi Ilmu Komunikasi (22 orang) dan Prodi Mesin Otomotif (15 orang).

Selanjutnya, dari Prodi Teknik Mesin (13 orang) dan Prodi Sistem Informasi (11 orang). Sementara, Prodi Keperawatan, dan Ilmu Hukum masing-masingnya 9 orang. Lalu, Prodi Fisika dan Prodi Ekonomi Pembangunan masing-masing 8 orang, Prodi Teknik Industri, Biologi dan Pendidikan Informatika masing-masing 6 orang. Sementara yang terakhir dari Prodi Perbankan sebanyak 4 orang.

Rektor Umri menegaskan, para alumni selain memiliki ilmu pengetahuan juga dibekali dengan soft skill. Wisudawan juga didorong mampu bersaing dengan mengedepankan karakter berbasis ajaran Islam. Yaitu, seorang Muslim yang mampu berbuat baik bagi sesama, masyarakat, bangsa serta kemanusiaan global.

Untuk mewujudkan itu, maka pihaknya mencanangkan Umri sebagai Kampus yang berkarakter. Yaitu kampus yang pengelolanya serta peserta didiknya memiliki karakter yang kuat memiliki sosial skill yang baik, adaptif, fleksible dan mampu mewujudkan pergaulan hidup yang lebih baik, berdasarkan asas perikemanusiaan sesuai dengan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan.

Dengan demikian diharapkan lulusan Umri mampu menghadapi dan berkompetensi / bersaing dan menghadapi tantangan dunia kerja dan usaha yang ada di masa era Revolusi Industri 4.0 ini.

Dijelaskan dia, dengan wisuda yang dilakukan ini, total lulusan yang telah dihasilkan oleh Umri sudah sebanyak 2.828 alumni. Sebagian alumni tersebut telah bekerja di berbagai lapangan kerja ataupun usaha dan sebagian lagi melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sementara itu, Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Prof Dr Widodo Muktiyo menilai Umri menunjukkan perkembangan yang pesat jika dilihat dari 166 perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya.

Menurutnya, saat ini, Umri sudah terakreditasi B. Diharap, kedepan sudah meraih akreditasi A. Hal itu ditunjang dengan rata kelola akademik yang baik, manajemen serta mahasiswanya. Dengan begitu, maka Umri bakal menjadi kampus yang semakin diminati masyarakat.

Ketua PW Muhammadiyah, Prof DR Nazir Karim dalam sambutannya sempat menyebut bahwa dulu banyak yang skeptis dengan kondisi Umri. Terutama di awal kampus itu berdiri. Karena kondisinya yang serba kekurangan.

“Tapi karena semangat juang dan etos pengelola Umri, maka universitas ini bisa menampakkan jati dirinya,” katanya.

Dari segi fisik sudah sangat berkembang. Namun, Nazir menilai, apa yang terjadi ini baru permulaan. Dia yakin, Umri bisa unggul di Riau. Kalau bisa, mampu menyaingi sejumlah universitas Muhammadiyah yang saat ini sudah maju.

Hal itu bisa dicapai dengan dijalankannya pendidikan yang baik dan mengacu pada perkembangan ilmu. Kemudian, aqidah mahasiswanyanya kokoh. Tidak bisa terombang-ambing oleh aliran apapun.

Ibadahnya pun mantap, akhlak mulia, ilmu dan wawasan dalam serta luas. Disamping itu, keterampilan hidupnya mapan. “Saya yakin semua sudah dibekali dengan keterampilan yang berguna,” kata dia.

Disamping itu, lulusan Umri memiliki etos dan semangat yang tinggi. Artinya, alumni Umri memiliki sikap yang tegar dan kuat.

Di tempat terpisah, seorang wisudawati Prodi Teknik Mesin, Desy Gustiani menyampaikan rasa syukur karena menerima banyak pengalaman berharga selama kuliah. Di antaranya ketika ia masuk program pertukaran pelajar ke kampus Universiti Teknologi Malaysia.

Menurut Desy, pengalaman itu mendorong dirinya belajar tentang alternatif proses materi implan dinamic compression plate (DCP) yang banyak dipergunakan di bidang kedokteran.

Menjadi peserta pertukaran pelajar baginya sempat seperti mimpi. Karena pogram ini harus melalui proses seleksi yang ketat. Terlebih, dengan mengikuti program itu, Desy jadi punya pengalaman belajar di luar negeri. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *