Umri Beri Kemudahan Bagi Dosen yang Tempuh Program Doktor

para wisudawan melemparkan toga ke udara melampiaskan kegembiraan mereka jelang pengukuhan dalam Wisuda ke XVI Universitas Muhammadiyah Riau, Sabtu (29/6/2019).

Perkembangan Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) di usia ke-11 tahun ternyata sudah dipantau oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah X. Bahkan, sejak universitas ini masih menjadi akademi.

“Perkembangannya Umri sangat pesat dibanding perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya di wilayah X. Saya membayangkan Umri akan menjadi universitas yang besar,” ungkap Kepala Bagian Sumber Daya Perguruan Tinggi LLDikti Wilayah X, Febrina Fitri Dwikora SE Msi kepada Riau Cerdas usai mengikuti Wisuda XVI Sarjana dan Diploma III Umri, Sabtu (29/6/2019).

Hal ini, tambahnya terlihat dengan berbagai kegiatan yang dilakukan Umri. Termasuk kegiatan kewirausahaan yang dibangun oleh Umri. Menurutnya, program yang dibangun Umri memang kelihatan hasilnya.

Karena itu, dia berharap Umri jangan berpuas diri dengan akreditasi B. Karena masih ada akreditasi A dan akreditasi internasional yang bisa dicapai.

Bagi doktor yang ada di Umri juga didorong untuk terus maju. Bahkan diharapkan bisa mencapai guru besar. Karena, untuk mencapai guru besar sudah ada yang hanya memakan waktu 3 bulan.

“Ini harapan kami. Karena kebanggaan kami adalah jika doktor bisa menjadi guru besar. Karena karir seorang dosen adalah guru besar,” paparnya.

Menjawab hal itu. Rektor Umri, DR Mubarak MSi menjelaskan, bahwa saat ini di Umri baru ada 10 dari 200-an dosen yang bergelar doktor. Namun, pihaknya sudah menandatangani berkas 53 orang yang bakal lanjut ke program doktor. Hasilnya 2 orang di UMP dan akan berangkat dengan beasiswa.

Sementara, dari kampus, selain diaktifkan semua haknya, dosen yang menempuh pendidikan doktor juga dibantu dengan dana bantuan riset. Keuntungannya, bisa membantu mereka agar cepat tamat dan bisa menerima bantuan riset.

“Hal ini dilakukan untuk mempercepat banyaknya lektor kepala di Umri. Dengan harapan, kalau dosen sudah doktor maka disediakan ruang melakukan riset. Hal itu sudah disediakan dengan jumlah yang cukup besar,” kata dia.

Untuk mahasiswa, Umri saat ini tengah berupaya menyediakan ruang belajar yang representatif. Hal ini ditandai dengan akan dibangunnya ruang kulian 12 lantai.

Kemudian saat ini sedang diproses dibentuknya Prodi Teknik Kimia. Hal ini dibutuhkan di lapangan. Apalagi Riau memiliki potensi perkebunan kelapa sawit. Diharapkan tahun depan sudah menerima mahasiswa baru.

Disamping itu, masalah dokter yang banyak tapi penyeberannya tak merata juga jadi perhatian. Untuk itu, dalam waktu dekat, sedang diproses proposal pembentukkan Fakultas Kedokteran. MoU dengan Universitas Riau sudah dilakukan. Gubernur juga sudah memberikan rekomendasi. “Tinggal rekomendasi dari DPRD,” kata Rektor.

Ini semua dilakukan sebagai langkah bagaimana Umri ikut terlibat menberi kontribusi bagi daerah. Di dekade kedua ini, Umri berharap bisa bergerak lebih cepat.

Sementara itu, Kepala Balitbang Provinsi Riau, Arbaini MT yang hadir mewakili Gubernur Riau berharap sebagai perguruan tinggi swasta yang tergolong muda, Umri mampu menunjukkan gebrakan-gebrakan yang luar biasa.

Ditambakan Arbaini, alumni Umri juga didorong masuk dalam dunia entrepreneur. Sehingga, alumni tidak sekadar tergantung pada upaya mencari kerja.

Balitbang, tambahnya sudah mengembangkan Riau Techno Park di Rokan Hulu. Dimana, tujuannya adalah menjadi inkubator pengusaha-pengusaha muda. Dalam wakfu dekat akan diseleksi juga startup untuk diberikan bantuan.

“Kiranya kesempatan ini dapat ditangkap oleh lulusan yang memiliki usaha,” kata dia.

Wisuda hari ini diharap mampu menjawab persoalan yang ada di Riau. Terutama terkait pengembangan sumber daya manusia di Riau. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *