52 Mahasiswa Ambil Sumpah Dokter, Ini Pesan Rektor Unri

Dekan FK Unri Dr dr Dedi Afandi DFM Sp F memandu 51 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK-Unri) mengikuti Yudisium dan Sumpah Dokter ke XLVIII, Kamis (27/6/2019). (sumber: Humas Unri)

Sebanyak 51 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK-Unri) mengikuti Yudisium dan Sumpah Dokter ke XLVIII, Kamis (27/6/2019) di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Kampus Gobah, Pekanbaru.

Yudisium dan Sumpah Dokter ke 48 ini, menambah catatan kemajuan bagi FK Unri melalui wujud kelulusan sebanyak 939 orang mahasiswa dan 406 orang Program Profesi. Demikian disampaikan oleh Dekan FK Unri Dr dr Dedi Afandi DFM Sp F pada sambutannya di dalam acara.

“Terimakasih kepada orang tua yang telah mempercayakan anaknya kuliah di FK Unri. FK Unri akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, pelayanan, dan fasilitas, sehingga FK Unri akan terus dapat meningkatkan produktifitas dalam mencetak dokter-dokter muda yang profesional,” jelas Dedi.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unri Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA, menyampaikan selamat kepada Mahasiswa FK Unri yang telah diambil sumpah dokter, karena mahasiswa yang telah diambil sumpah ini termasuk orang-orang yang telah terpilih dan mampu bersaing dalam tingkat keketatan FK Unri yang cukup tinggi.

“Daya saing dan tingkat keketatan untuk Fakultas Kedokteran ini cukup ketat, dimana 1 kursi diperebutkan oleh 100 calon mahasiswa, sehingga adinda yang sudah diambil sumpah ini adalah orang-orang yang terpilih dan mampu bersaing untuk bisa kuliah dan menyelesaikan studi di FK Unri,” ucap Rektor.

Setelah gelar dokter ini diraih, lanjut Aras, bukanlah akhir dari perjuangan mahasiswa untuk menuntut ilmu, justru ini adalah langkah awal untuk pengembangan diri.

“Mari kembangkan diri, kembangkan ilmu, karena di era revolusi industri 4.0 ini kita harus lebih aktif dan harus siap dengan perkembangan teknologi kesehatan yang ada saat ini,” lanjut Rektor.

“Bekerjalah dengan iklas dan hati yang jernih, harus siap mengabdi dan bekerja dimanapun daerah yang sedang membutuhkan tenaga dokter, dan dapat melaksanakan ilmu yang telah ditimba selama kuliah di FK Unri,” ungkap Rektor. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *