Jadi Keynote Speaker di Forum JIGN, Rektor Unri Paparkan Pentingnya Lembaga PPIIG

Rektor Unri, Prof Dr Aras Mulyadi DEA (sumber: Humas Unri)

Kondisi Provinsi Riau kaya dengan sumber daya alam yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat di perbaharui. Inilah merupakan tantangan di dalam menyusun peta pengunaan pemanfaatan sumber daya alam tersebut. Terutama terhadap sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui seperti pembentukan pertambangan.

Kondisi inilah yang menjadi latar belakang pertama kenapa Peran Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial (PPIIG) Universitas Riau (Unri) yang baru terbentuk tahun 2019 dianggap penting.

Hal ini disampaikan Rektor Unri, Prof Dr Aras Mulyadi DEA selaku Keynote Speaker pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) Regional Sumatera di Aula Hotel Aryaduta Pekanbaru, Rabu (19/6/2019).

Menurutnya, PPIIG merupakan sebuah usaha terkoordinasi untuk memfasilitasi pencarian, tukarguna, berbagi dan pemanfaatan data (informasi geospasial) oleh para pengguna data spasial dalam rangka perwujudan kebijakan pemerintahan kebijakan satu peta.

Alasan kedua pentingnya PPIIG yaitu karena Provinsi Riau memiliki keanekaragaman sosial ekonomi dan sosial budaya. Suatu kehidupan sosial dan budaya di suatu daerah memiliki daerah tertentu yang dikenal tanah ulayat ini menjadi perhatian informasi geospasial. Karena ini sering menjadi sumber konflik atar satu masyarakat yang perlu diselesaikan.

Ketiga, daerah Riau 64 persen wilayah daratan merpakan kawasan gambut yang sering timbul permasalahan terutama kebakaran hutan dan lahan.

“Keempat, yang menjadi latar belakang yang perlu besar pengembangan infrastruktur dan informasi geospasial ini adalah kita perhatikan perjalanan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah- red) Provinsi Riau yang kurang terintegrasinya data geospasial dan data non geosfasial,” terang Rektor Unri.

Oleh karena itu, kebijakan satu data dan satu peta yang tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 9 tahun 2016 merupakan suatu kesimpulan yang sangat ditunggu dan perlu tindaklanjuti. Begitu pula dengan terbentuknya PPIIG di Unri yang saat ini sudah terdapat sepuluh universitas yang ada di Indonesia.

“Unri sangat berkomitmen dalam menguatkan fungsi lembaga ini (PPIIG-red) baik dalam lingkup bidang penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itulah melalui sejumlah kementerian, badan, lembaga, maupun pihak-pihak yang berkomitmen dengan penguatan fungsi ini, sangat kita harapkan agar dapat mempercepat terwujudnya tujuan kita bersama ini,” jelas Rektor. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *