Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bakal Dibentuk di Unri, Apa Saja Fungsinya?

Kampus Universitas Riau (Sumber: Humas Unri)

Pusat Unggulan Iptek (PUI) direncanakan dibentuk di Universitas Riau (Unri). Menurut Prof Dr Syaiful Bahri MSi, Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerjasama dan Sistem Informasi, rencana pembentukan ini dilakukan secara bertahap.

“Pembentukan PUI ini, sejalan dengan kebijakan Unri sebagai Centre of Excelence alam pengelolaan lahan gambut. Secara spesifik adalah membentuk PUI terutama di bidang Ekosistem Gambut. Hal ini bertujuan mendukung kebijakan Universitas Riau sebagai Centre of Excelence (CoE) berupa Pengelolaan Lahan Basah dan Management Kebencanaan,” ungkap Syaiful dalam rilis resmi Unri, Kamis (23/5/2019).

Selain itu, lanjut Syaiful kompleksitas permasalahan lingkungan di Provinsi Riau yang didominasi oleh kerusakan ekosistem gambut terus terjadi setiap tahunnya dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Seperti kebakaran hutan dan lahan. Padahal sebagian besar daratan di Provinsi Riau merupakan Kawasan Hidrologis Gambut (64 persen).

Hal ini menjadi tantangan bagi Unri agar semakin intensif melibatkan diri dalam menemukan berbagai alternatif solusi melalui berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat. Sehingga keberadaan PUI di Unri aktif mendukung pengelolaan ekosistem gambut yang berkelanjutan.

Sebelumnya dalam membentuk PUI ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unri tanggal 14 Mei 2019 kemarin telah melaksanakan workshop penyusunan proposal pembentukan PUI di Gedung LPPM Unri.

Workshop ini menghadirkan Dr Syaifullah Muhammad ST Meng dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sebagai narasumber dan sebagai contoh Best Practice yang telah berhasil mengusulkan Atsiri Research Center (ARC) menjadi Pusat Unggulan Iptek Nilam Aceh.

Pusat Unggulan Iptek sendiri merupakan satu kebijakan di antara sejumlah penguatan dan pengembangan kelembagaan Iptek oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Penguatan kelembagaan Iptek ini merupakan langkah penting dalam penguatan sistem inovasi nasional agar lembaga iptek memiliki kinerja tinggi dalam menghasilkan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas adopsi pengguna teknologi, dalam hal ini masyarakat, industri dan pemerintah. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *