Konfercab GMKI Pekanbaru Dibuka dengan Dialog Kebangsaan

Seluruh narasumber Dialog Kebangsaan yang digelar Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pekanbaru, Kamis (9/5/2019) berfoto bersama.

Bahas tema Riau Rumah Pancasila

Riaucerdas.com – Dialog kebangsaan bertajuk Riau Rumah Pancasila menjadi pembuka helatan Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pekanbaru. Dalam dialog itu, sejumlah pihak dihadirkan sebagai narasumber.

Adapun yang hadir sebagai narasumber yaitu, perwakilan Kementerian Agama (Kanwil Riau) untuk pembinaan masyarakat Kristen, Sahat Sihombing, Ketua Umum GMKI, Korneles Galanjinjinay,
Penasehat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU Riau), Ali dan Wadir Intelkam Polda Riau, AKBP Stp Manullang.SH.

Menurut Fery Edwin Sormin selaku moderator, dialog ini dilakukan untuk mendorong meningkatkan kapasitas wawasan kebangsaan pasca Pemilu serentak 2019 di kalangan pemuda. Salah satunya dengan menguatkan kembali nilai Pancasila.

Menurut Fery, Pancasila adalah dasar atau pondasi negara yang kokoh. Untuk itu, perlu dicari cara bagaimana pemuda saat ini tetap menjaga nilai-nilainya untuk melawan segala tindakan intoleransi.

Sementara itu, Sahat Sihombing menjelaskan bahwa sikap sopan santun sebenarnya sudah menjadi budaya di Indonesia. Hal ini tergambar dari banyaknya aturan untuk menghormati orangtua ataupun menghargai orang lain.

Dia menilai, Pancasila harus diimplementasikan. Jadi bukan sekadar dianggap teori. Tiap orang harus terdorong untuk mengimplementasikan nilai-nilai itu mulai dari ruang lingkup terkecil. Seperti keluarga, kampus, gereja hingga bermasyarakat.

Sementara itu, Penasehat PWNU Riau, Ali mengatakan setiap agama pasti selalu mengajarkan kebaikan. Karena itu ia mengimbau agar jangan mudah terprovokasi dengan hal-hal yang memecah belah masyarakat.

Hal yang sama disampaikan AKBP Stp.Manullang SH. Menurut dia, saat masa perjuangan kemerdekaan dulu, pejuang tidak pernah ditanyakan apa latar belakang agama, suku, maupun golongannya.

Sementara, Korneles Galanjinjinay, menilai, yang membuat negara saat ini gampang terpecah belah adalah penggunaan media sosial yang salah.

“60 persen media sosial menyumbangkan dampak negatif, walaupun selalu ada dampak positif, namun utk saat ini penggunaan media sosial lebih banyak ke arah yg merugikan ataupun negatif,” tambah Korneles.

Penggunaan media saat ini menjadi medium instrumen perjuangan. Tidak seperti perjuangan para pendahulu yang lebih banyak mengimplementasikan aksi, pemuda saat ini cenderung melakukan perlawanan-perlawanan melalui media sosial sambung Korneles.

Sementara itu, Konfercab GMKI ke-19 akan digelar mulai 9-12 Mei. Konfercab itu, menurut Starry merupakan momen bagi kader-kader GMKI untuk mengevaluasi kembali kehadiran organisasi di Pekanbaru.

Sehingga, di periode kepengurusan selanjutnya, dapat membesarkan organisasi serta bekerja malakukan tugas-tugas untuk memberikan yang terbaik bagi daerah dan negara.

Selain evaluasi, Konfercab juga membahas program GMKI kedepan dan memilih pengurus baru di tingkat cabang.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GMKI, Korneles Galanjinjinay juga berharap evaluasi dalam Konfercab bisa menjadi landasan dalam melakukan perbaikan di masa-masa berikutnya.

Konfercab juga dilakukan untuk melahirkan regenerasi yang akan melanjutkan roda organisasi 2 tahun berikutnya. (adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *